Jenis Jenis Cedera Saat Berolahraga



Bagikan:


Jenis cedera saat berolahraga [image by m.himedik.com] - 
Pasti semua orang pernah mengalami cedera saat berolahraga, kebanyakan cedera terjadi pada bagian kaki, pinggang, serta tangan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan anggota badan lain mengalami juga yang namanya cedera. Cedera terjadi karena banyak faktor, diantaranya karena kurang melakukan pemanasan saat akan melakukan olahraga.

Akan tetapi cedera juga bisa terjadi karena tubuh kita sudah sangat kelelahan berolahraga tapi masih dipaksa, dan cedera juga bisa terjadi karena bantuan dari orang lain, misalnya saat bermain bola kita ditekel oleh lawan. Cedera itu mempunyai banyak macam, mulai dari yang ringan (penyembuhannya sebentar) hingga cedera berat yang penyembuhannya memerlukan waktu yang lama.
Sebelum lanjut, baca juga informasi menarik lainnya mengenai peningkatan kebugaran dan kesehatan tubuh dibawah ini:
Apa saja macam-macam cedera itu? Berikut ini beberapa macam cedera yang sering dialami saat berolahraga, seperti yang dikutip dari KOMPAS.com.

1. Strain (otot ketarik)
Strain adalah cedera pada otot, Di Indonesia, strain lazim disebut otot ketarik. Sering terjadi pada otot groin alias selangkangan, hamstring dan otot betis. Salah satu gejalanya adalah otot terasa keras. Akibat paling parah adalah robeknya jaringan otot. Pencegahannya dengan memberi pemanasan cukup pada otot-otot yang akan digunakan saat berolahraga. Jika terlanjur mengalami strain, kompres es bisa dijadikan pertolongan pertama untuk meredakan nyeri dan peradangan.

2. Sprain (keseleo atau terkilir)
Cedera yang satu ini melibatkan sendi. Bisa terjadi pada sendi mana saja, termasuk sendi jari. Meski lebih sering terjadi pada bagian sendi besar seperti pergelangan bahu, kaki, atau tangan. Pergerakan sendi ada batasnya. Jika batas itu dilewati maka akan terjadi cedera sprain. Di Indonesia, lazim disebut keseleo atau terkilir. Keseleo atau terkilir bisa terjadi di mana saja. Bahkan ketika berolahraga di treadmill yang notabene aman karena dilakukan di dalam ruangan.

Pencegahannya mirip seperti strain. Lakukan pemanasan yang cukup pada bagian sendi yang banyak digunakan saat berolahraga.nLatihan lompat tali bisa digunakan untuk memperkuat sendi bagian kaki bagi Anda yang hobi olahraga lari atau banyak menggunakan kekuatan sendi kaki. Jika Anda senang jogging di alam bebas, perhatikan permukaan tanah. Hindari area berbatu atau terjal untuk mencegah terjadinya keseleo.

3. Cedera lutut
Cedera ini terjadi akibat gerakan berulang kali yang menyebabkan trauma pada sendi lutut. Cedera ini umum terjadi pada atlet lari, sepak bola, bulu tangkis. Cedera ini bisa dicegah dengan cara melakukan latihan squat atau lunge yang benar. Misalnya, saat menekuk, lutut tidak boleh melebihi ujung kaki dan posisi badan dijaga agar tegap dengan dagu diangkat. Fungsinya untuk melatih otot gluteus yang berperan menahan laju gerak sehingga beban pada lutut bisa berkurang.

4. Cedera pinggang bawah
Cedera ini terjadi karena gerakan pinggang yang mendadak, berulang, atau berlebihan yang melampaui batas kekuatan otot pinggang. Pemanasan tetap cara efektif untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah. Untuk mengurangi risiko cedera ini, latihan beban seperti back up dan stiff deadlift. Latihan kelenturan gerak juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko cedera pinggang bawah.

Bagikan:


Materi Penjasorkes Lainnya:

0 Response to "Jenis Jenis Cedera Saat Berolahraga"

Posting Komentar