Cara Melakukan Teknik Hook Slide Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Apa yang dimaksud dengan gerakan sliding? Sliding adalah sebuah gerakan yang dilakukan sebagai upaya untuk menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Tujuan sliding disini ialah untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antar base dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut.


Teknik sliding atau meluncur ke base ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, akan tetapi terdapat 3 cara sliding yang biasa dilakukan oleh pemain softball saat akan sampai ke base. Jika pada postingan sebelumnya kita telah membahas tentang teknik sliding yang pertama yaitu Straight Leg Slide (teknik sliding lurus), nah pada postingan kali ini kita akan membahas teknik sliding yang kedua yaitu Hook Slide (teknik sliding mengait).

Seperti apa itu teknik sliding Hook Slide atau teknik sliding mengait? Sesuai namanya Hook Slide atau teknik sliding mengait adalah salah satu teknik sliding yang dilakukan dengan awalan berlari dan diakhiri dengan meluncur disamping base dan memegang base dengan cara mengait. Untuk lebih jelasnya, berikut ini secara lengkap cara melakukan Hook Slide (teknik sliding mengait), yaitu:

  1. Melakukan awalan dengan berlari sekencang-kencangnya menuju base.
  2. Saat hendak mendekati base, arah lari di diubah ke sebelah luar base.
  3. Tubuh dijatuhkan dengan kaki terlebih dahulu meluncur, dan posisi badan dimiringkan menghadap base.
  4. Posisi tangan saat melakukan sliding siap untuk menyebtuh base.
  5. Pada akhir gerakan posisi badan tirap dengan salah satu tangan memegang base.


Materi Penjasorkes Lainnya:

Cara Melakukan Teknik Straight Leg Slide Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Sliding adalah sebuah gerakan yang dilakukan sebagai upaya untuk menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Tujuan sliding disini ialah untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut.


Pada umumnya terdapat 3 (tiga) jenis sliding dalam softball yang biasa dilakukan oleh pemain softball, salah satunya yaitu  Straight Leg Slide (teknik sliding lurus). Apa itu teknik Straight Leg Slide (teknik sliding lurus)? Straight Leg Slide adalah salah satu teknik slide yang dilakukan dengan cara meluncur ke base lurus dengan salah satu kaki terlebih dahulu.

Berikut ini cara selengkapnya dalam melakukan teknik sliding Straight Leg Slide (teknik sliding lurus), yaitu:
  1. Melakukan awalan dengan berlari sekencang-kencangnya lurus kedepan menuju base.
  2. Setelah mendekati base, tubuh dijatuhkan dengan dengan posisi salah satu kaki lurus ke depan dan kaki satunya ditekukkan ke dalam seperti sedang menendang.
  3. Posisi tangan saat meluncur berada dibawah dengan telapak tangan seolah-olah dijadikan sebagai rem.
  4. Saat kaki mencapai base, langsung berdiri.

Teknik Straight Leg Slide atau sliding lurus merupakan sliding yang paling mudah digunakan dibanding teknik sliding lainnya, sebab dengan awalan lari dengan kencang kemudian melakukan sliding lurus dengan salah satu kaki lurus dan kaki satunya ditekuk akan mempertahankan kecepan sehingga dengan cepat kaki kita akan menginjak base.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Cara Memegang Tongkat Pemukul Softball

Bagikan:

Untuk menunjang sebuah permainan softball, maka sangat perlu untuk mempersiapkan beberapa peralatan serta perlengkapan yang akan digunakan saat bertanding, salah satunya ialah tongkat pemukul atau stick atau bat. Tongkat pemukul atau stick ini berfungsi sebagai alat memukul bola softball yang digunakan oleh pemain dari tim penyerang atau pemukul.

Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan, di Indonesia organisasi resmi olahraga softball ialah PB PERBASASI yang menentukan panjang dari tongkat pemukul softball tidak lebih dari 86,5 cm. Tongkat pemukul atau bat biasanya terbuat dari aluminium, besi, dan kayu.

Untuk dapat memaksimalkan kekuatan pukulan maka setiap pemain harus menguasai beberapa teknik dasar dalam hal memukul bola, salah satu teknik dasar tersebut ialah teknik memegang tongkat pemukul atau stick atau bat dalam permainan softball. Setidaknya terdapat 3 cara memegang bat atau tongkat pemukul softball, yaitu pegangan bawah, pegangan tengah, dan pengangan atas.

Pegangan bawah yaitu tongkat pemukul atau stick dipegang dekat bonggol (knob) untuk meningkatkan kekuatan pegangan dan menambah kekuatan pukulan, pegangan tengah yaitu tongkat pemukul atau stick di posisi tangan bawah sekitar 2.5 - 5 cm dari knob untuk memperoleh kekuatan dan akurasi, pegangan atas yaitu stick dipegang dengan posisi tangan bawah diletakkan sekitar 7.5 - 10 cm dari knob untuk mengurangi kekuatan pukulan dan untuk mendapatkan control yang baik.


Selain jika dilihat dari cara atau teknik memukul bolanya, memegang tongkat pemukul atau bat softball dibedakan menjadi dua, yaitu cara memegang bat untuk pukulan ayunan atau swing dan cara memegang bat untuk pukulan menahan bola atau bunt. Pegangan untuk pukulan ayunan atau swing dilakukan dengan kedua tangan memegang di bagian bawah tongkat, fungsinya untuk mengeyun tongkat saat memukul bola sehingga bola jauh terpukul.

Sedangkan pegangan untuk pukulan menahan bola atau bunt dilakukan dengan salah satu tangan berada disebelah bawah tongkat pemukul dan tangan lainnya berada ditengah tongkat pemukul, fungsinya supaya bola yang dipukul jatuhnya tidak begitu jauh atau berada di antara pitcher dan catcher sehingga pemain lawan harus berlari lagi ke depan untuk mengambil bola.

Adapun cara melakukan teknik memukul bola pada umumnya yaitu sebagai berikut:
  1. Berdiri sikap melangkah, badan agak condong ke depan lutut dan pinggul rileks.
  2. Kayu pemukul/stik dipegang dengan kedua tangan di atas belakang bahu.
  3. Pandangan ke arah pitcher/pelambung
  4. Setelah bola dilemparkan pitcher, lakukan ayunan stik ke arah datangnya bola.
  5. Saat stik mau mengenai bola, lakukan pergerakan tangan dan bersamaan dengan itu tumit kaki belakang terangkat.
  6. Stik menyilang ke depan badan hingga berakhir di bahu sebelah kiri dan pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Posisi Pemain Penjaga Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pada dasarnya softball atau bisbol merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim atau regu, dimana masing-masing tim tersebut diperkuat oleh sembilan orang pemain. Dalam permainannya kedua tim tersebut dibagi menjadi tim pemukul atau ofensif dan tim penjaga atau defensif, tim ofensif bertugas untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya sedangkan tim defensif menghalangi tim ofensif dalam mencetak angka.


Untuk dapat menghalangi tim pemukul/penyerang (ofensif) dalam mendapatkan poin/angka sebanyak-banyaknya, setiap pemain tim bertahan harus dengan lugas dan cermat mematikan setiap pemain lawan yang akan mencetak angka. Maka dari itu penempatan pemain di posisi yang dikuasainya sangat penting dalam sebuah tim.

Terdapat lima posisi pemain penjaga pada permainan softball yang sangat fital dalam menahan tim lawan untuk mendapatkan poin atau angka dalam permainan softball, kelima posisi pemain penjaga tersebut antara lain fielder, baseman, shortstop, pitcher, dan catcher. Sebenarnya terdapat sembilan posisi pemain penjaga yang disesuaikan dengan jumlah pemain.

Pemain penjaga lainnya yaitu posisi fielder terbagi menjadi 3 yaitu left fielder, middle fielder, dan right fielder; sedangkan untuk posisi baseman atau penjaga base juga terbagi menjadi 3 yaitu first baseman atau penjaga base pertama, second baseman atau penjaga base kedua, dan third baseman atau penjaga base ketiga. Jadi jumlah pemain penjaga yaitu sembilan sama dengan jumlah pemain penjaga yang ada.

Untuk posisi kelima pemain penjaga dalam lapangan softball yaitu posisi fielder berposisi atau berada pada lapangan luar yaitu dibelakang base 2, dibelakang antara base 1 dan 2, dan dibelakang antara base 2 dan 3; Sedangkan posisi baseman berada pada base 1, base 2, dan base 3; Posisi shortstop berada pada lapangan bagian dalam didepan antara base 2 dan base 3.


Sementara itu posisi pitcher berada pada tengah lapangan tepatnya dalap pitcher plate untuk melempar bola softball ke pemain pemukul lawan; Dan catcher berada pada catcher box yang terdapat dibelakang pemain pemukul lawan untuk menangkap bola yang dilemparkan oleh pitcher yang tidak dapat dipukul oleh pemain lawan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Peralatan dan Perlengkapan yang Digunakan Pemain Softball

Bagikan:

Setiap olahraga mempunyai peraturan tersendiri mengenai peralatan dan peprlengkapan yang digunakan oleh pemain dalam menjalankan pertandingan, tidak terkecuali juga pada olahraga softball yang dimainkan oleh dua regu dengan sembilan orang pemain. Dalam softball terdapat beberapa peralatan dan perlengkapan yang wajib dikenakan dan digunakan saat bertanding.

Beberapa peralatan dan perlengkapan tersebut ialah helmet atau helem, glove atau sarung tangan, bat atau pemukul, bola, seragam, serta protektor untuk pemain yang berposisi sebagai catcher. Semua perlengkapan tersebut harus dan wajib dikenakan oleh setiap pemain softball, selain untuk pembeda dengan regu lain, perlengkapan juga dapat menjaga keamanan dan keselamatan.


Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai beberapa perlengkapan dan peralatan yang digunakan oleh setiap pemain softball, beserta fungsi-fungsinya bagi pemain itu sendiri.

1. Helmet

Helmet atau helem digunakan sebagai alat perlindungan untuk kepala, terlebih untuk pemain yang berposisi sebagai pemukul bola dan catcher. Dengan menggunakan helmet akan lebih aman lagi saat bebrmain sebab helmet ini akan menjaga pemain dari hantaman bola nyasar. Pada umumnya helmet softball dibedakan menjadi dua macam, yaitu Batting Helmet dan Catcher Helmet.

2. Glove

Glove atau sarung tangan merupakan salah satu perlengkapan yang wajib juga digunakan oleh pemain softball. Sarung tangan ini merupakan perlengkapan yang menutupi tangan sebagian maupun keseluruhan, pada umumnya sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan dari sesuatu atau berfungsi pula untuk mempermudah dalam menangkap bola.

Pada umumnya sarung tangan atau glove dalam softball terdapat tiga macam, yaitu glove softball yaitu, Finger glove, Catcher glove, dan First base mills.

3. Bat

Dalam olahraga softball tongkat yang digunakan untuk memukul bola disebut dengan bat, sedangkan pemain yang bertugas untuk memukul bola disebut dengan batter. Tongkat pemukul ini berfungsi untuk memukul bola yang dilemparkan oleh pitcher sejauh mungkin, Untuk dapat melakukan pukulan yang baik menggunakan bat maka seorang pemain softball perlu terus berlatih. Tongkat pemukul atau bat biasanya terbuat dari aluminium, besi, dan kayu, dengan panjang sekitar 86,5 cm.

4. Bola

Bola softball berbentuk bulat dan berwarna putih atau kuning, disetiap sisi bola dijahit dengan benang tebal, biasanya berwarna merah. Bola softball terbuat dari kulit sintesis atau synthetic leather.

Bola softball lebih besar dibandingkan dengan bola baseball, dengan ukuran keliling bola softball sekitar 27,9 - 30,5 cm dan berat bola softball sekitar 178,0 gram - 198,4 gram.

5. Catcher Protector

Catcher protektor atau pelindung tubuh khusus dipergunakan untuk pemain yang berposisi sebagai penangkap bola atau catcher. Pelindung tubuh untuk catcher ini meliputi helmet, sarung tangan, pelindung dada atau pelindung tubuh bagian depan hingga kebawah, serta pelindung kaki atau tulang kering.

6. Uniform / Seragam Pertandingan

Setiap pemain pada suatu tim atau regu wajib untuk memakai seragam atau uniform yang berbeda dengan tim lainnya, uniform atau seragam ini berupa topi, baju, tshirt, dan celana yang sama design, bentuk potongan, warna dasar/kombinasi.

Pada Uniform harus tercantum nama tim/club dibagian muka dan Nomor Punggung dibagian belakang yang tetap untuk setiap pemain. Biasanya dalam pertandingan softball Home Team menggunakan uniform warna gelap, Visiting Team menggunakan uniform warna terang.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Penjaga Gawang Memegang Bola

Bagikan:

Karena tujuan batasan waktu ini adalah untuk menjaga tempo pertandingan supaya mencegah pemborosan waktu, maka perlu untuk adanya pembatasan waktu untuk penjaga gawang saat menguasai bola dengan tangan. Jika batas waktu ini terlewatkan maka bola akan diberikan ke tim lawan untuk tendangan sudut.


Tendangan sudut diberikan jika seorang penjaga gawang, di dalam area penaltinya, mengontrol bola dengan tangan/lengannya selama lebih dari delapan detik sebelum melepaskannya. Seorang penjaga gawang dianggap mengontrol bola dengan tangan/lengannya ketika:

  1. Bola berada di antara tangan/lengannya atau di antara tangan/lengannya dan permukaan apa pun (misalnya, tanah, tubuhnya sendiri).
  2. Memegang bola dengan tangan terbuka yang terentang.
  3. Memantulkannya di tanah atau melemparkannya ke udara.

Wasit akan memutuskan kapan penjaga gawang mengontrol bola dan delapan detik dimulai dan akan menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan tangan terangkat. Seorang penjaga gawang tidak dapat diganggu oleh lawan ketika mengontrol bola dengan tangan/lengannya.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Pergantian Pemain Dalam Permaina Sepak Bola

Bagikan:

Aturan ini berkaitan dengan diharuskannya pemain pengganti untuk meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan. Adapun prosedur dalam peraturan baru ini ialah:

Setelah papan pergantian pemain ditampilkan atau, jika tidak ada papan pergantian pemain, wasit memberi isyarat untuk melakukan pergantian pemain, pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik di titik terdekat pada garis batas, kecuali jika ditunjukkan sebaliknya oleh wasit.


Wasit dapat menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan mengangkat tangan; hitungan mundur visual ini dapat disertai dengan hitungan mundur verbal jika sesuai.

Jika pemain yang diganti belum meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik maka pemain tetap harus meninggalkan lapangan secepat mungkin, akan tetapi pemain pengganti tidak diperbolehkan memasuki lapangan dan permainan dimulai kembali.

Pergantian pemain tidak dapat dibatalkan atau pemain pengganti diganti, pemain pengganti hanya boleh memasuki lapangan pada penghentian pertama setelah satu menit berlalu setelah dimulainya kembali permainan dan setelah menerima sinyal dari wasit.

Satu menit dihitung menggunakan jam berjalan dan ditentukan oleh wasit, yang dapat dibantu oleh petugas pertandingan lainnya. Jika lebih dari satu pergantian pemain dilakukan selama penghentian permainan, semua pemain yang diganti harus keluar dari lapangan dalam waktu sepuluh detik setelah papan pergantian pemain ditampilkan atau sinyal diberikan untuk pergantian pemain terakhir; papan atau sinyal tidak boleh tertunda antara pergantian pemain yang dilakukan selama penghentian permainan yang sama.

Jika sepuluh detik terlampaui dan pemain pengganti dicegah memasuki lapangan, pemain yang diganti hanya akan diberi peringatan (kartu kuning) jika penundaan tersebut berlebihan.

Wasit dapat memutuskan untuk tidak menerapkan batas waktu sepuluh detik, termasuk ketika cedera pemain jelas mencegah mereka meninggalkan lapangan dalam waktu tersebut; dan pemain tidak dapat meninggalkan lapangan di titik terdekat pada garis batas karena alasan keselamatan atau keamanan.

Karena tujuan hitung mundur adalah untuk menjaga tempo pertandingan dengan mencegah pemborosan waktu, jika pemain yang diganti sangat dekat dengan atau melewati garis batas saat wasit mencapai akhir hitung mundur, pemain pengganti harus diizinkan untuk memasuki lapangan permainan

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Lemparan kedalam dan Tendangan Gawang Dalam Pertandingan Sepak Bola

Bagikan:

Aturan baru ini berkaitan dengan hitungan mundur lima detik dalam lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Peraturan ini untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan saat lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika batas waktu terlampaui, ada konsekuensi yang adakn didapat oleh tim yang melakukan kesalahan tersebut.


Prosedur dalam aturan batas waktu ini ketika wasit menentukan bahwa lemparan ke dalam atau tendangan gawang sengaja ditunda oleh tim yang mengambil tendangan gawang:

  1. Wasit dapat menggunakan peluit dan atau suara mereka untuk menunjukkan bahwa pemain harus segera memulai/tidak menunda tendangan gawang.
  2. Untuk memulai hitungan mundur lima detik (yang dapat dimulai tanpa isyarat di atas), wasit akan:
    • meniup peluit.
    • memberi isyarat dengan jelas menggunakan tangan/lengan mereka agar tendangan gawang diambil.
    • menghitung mundur secara visual dari lima detik dengan tangan terangkat; Hitungan mundur visual ini dapat disertai dengan hitungan mundur verbal jika sesuai.
  3. Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan:
    • memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan, yang akan diambil dari posisi yang sama dengan lemparan ke dalam awal; atau.
    • memberikan tendangan sudut kepada tim lawan di sisi lapangan yang paling dekat dengan tempat tendangan gawang akan diambil.
  4. Jika tendangan gawang diberikan kepada tim lawan, peringatan (kartu kuning) hanya berlaku jika pemain atau rekan satu tim kemudian terlalu lama menunda tendangan gawang oleh tim lawan.

Protokol hitung mundur pada lemparan ke dalam dan tendangan gawang ialah, Wasit tidak perlu menunggu pemain menguasai bola untuk memulai hitungan mundur lima detik. Hitungan mundur juga dapat dimulai jika pemain sengaja menyebabkan penundaan dengan:

  1. Mengambil bola dengan lambat
  2. Mengambil posisi yang salah saat lemparan ke dalam
  3. Menempatkan bola pada posisi yang salah saat tendangan gawang

Karena tujuan hitungan mundur adalah untuk menjaga tempo pertandingan dengan mencegah pemborosan waktu saat lemparan ke dalam dan tendangan gawang, pemain tidak boleh dihukum jika mereka sedang dalam proses

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Baru Batas Waktu Dalam Permainan Sepak Bola

Bagikan:

Terdapat beberapa peraturan-peraturan baru yang akan diterapkan oleh FIFA dalam pertandingan sepak bola yang resminya pada pertandingan Piala Dunia 2026. Akan tetapi peraturan baru ini sudah diperkenalkan atau diterapkan pada pertandingan fifa Match Day.

Beberapa peraturan baru tersebut mengenai batas waktu, di aturnya peraturan mengenai batas waktu ini dilakukan agar setiap pemain tidak lagi mengulur-ngulur waktu saat pertandingan berlangsung supaya pertandingan bisa dinikmati.

Sebelumnya peraturan mengenai waktu ini sudah diterapkan pada penambahan perpanjangan waktu yang bisa mencapai diatas 5 menit bahkan 10 menit tergantung pada berapa lama pertandingan berhenti karna beberapa hal. Adapun aturan baru batas waktu dalam pertandingan sepak bola yaitu sebagai berikut.


1. Batas Waktu Kiper Memegang Bola

Tendangan sudut diberikan jika seorang penjaga gawang, di dalam area penaltinya, mengontrol bola dengan tangan/lengannya selama lebih dari delapan detik sebelum melepaskannya. Seorang penjaga gawang dianggap mengontrol bola dengan tangan/lengannya ketika:

  • Bola berada di antara tangan/lengannya atau di antara tangan/lengannya dan permukaan apa pun (misalnya, tanah, tubuhnya sendiri)
  • Memegang bola dengan tangan terbuka yang terentang
  • Memantulkannya di tanah atau melemparkannya ke udara

Wasit akan memutuskan kapan penjaga gawang mengontrol bola dan delapan detik dimulai dan akan menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan tangan terangkat. Seorang penjaga gawang tidak dapat diganggu oleh lawan ketika mengontrol bola dengan tangan/lengannya.

2. Batas Waktu Lemparan ke dalam

Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan, yang akan diambil dari posisi yang sama dengan lemparan ke dalam awal.

3. Batas Waktu Tendangan Gawang

Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan memberikan tendangan sudut kepada tim lawan di sisi lapangan yang paling dekat dengan tempat tendangan gawang akan diambil.

4. Batas Waktu Pergantian Pemain

Mengharuskan pemain pengganti untuk meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan. Jika pemain yang diganti belum meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik, pemain pengganti tidak diperbolehkan memasuki lapangan.

Pemain pengganti hanya boleh memasuki lapangan pada penghentian pertama setelah satu menit berlalu setelah dimulainya kembali permainan dan setelah menerima sinyal dari wasit.

Materi Penjasorkes Lainnya: