Peraturan Untuk Regu Pemukul dan Regu Penjaga Dalam Permainan Rounders

Bagikan:

Rounders merupakan salah satu olahraga bola kecil yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu dengan ukuran tertentu. Di Indonensia, olahraga ini sangat mirip dengan kasti, anda pasti mengetahui olahraga kasti yang sering dimainkan disekolah.

Sama halnya dengan olahraga kasti dan juga softball, pemain dalam olehraga rounders dibedakan menjadi dua regu, yaitu regu pemukul dan regu penjaga. Regu pemukul ialah regu yang mendapatkan giliran untuk memukul. Giliran memukul bola dimulai dari pemukul nomor 1.


Setelah pukulan baik/betul pemukul harus lari ke tempat hinggap (base I) lalu, pemukul harus menyentuh base yang dilaluinya. Kemudian, ganti giliran pemukul nomor 2 untuk memukul bola, dan demikian untuk seterusnya.

Sedangkan regu lapangan atau penjaga harus berusaha secepat mungkin untuk mematikan regu pemukul supaya lekas mengganti sebagai regu pemukul. Beberapa posisi yang ada pada regu penjaga dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

  1. bowler (pelambung);
  2. catcher (penjaga base V) dan seorang pembantu;
  3. baseman (penjaga base);
  4. penangkap bola (penjaga lapangan lainnya).

Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Daru, Tito.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tugas Pemain Penjaga Base 1, Base 2, dan Base 3 Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Dalam permainan softball terdapat dua regu, dimana sebuah regu yang berjaga atau defensif dan tim yang memukul atau ofensif. Tiap tim berlomba mengumpulkan angka atau run dengan cara memutari tiga seri marka atau base pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate. Posisi pemain dalam permainan softball bermacam-macam sesuai dengan keahliannya.

Baseman softball [image by www.thinglink.com], 

Pada tim pemukul atau ofensif pemain berposisi sebagai pemukul, pastinya pemain yang ditunjuk sebagai pemukul merupakan pemain yang mempunyai keahlian dalam memukul bola, tujuannya untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya. Sedangkan tim defensif mempunyai banyak posisi yang harus ditempati oleh semua pemain.


Dari sembilan pemain yang bertugas sebagai tim berjaga atau defensif, tujuh pemain diantaranya berperan sebagai pemain penjaga, sisanya bertugas sebagai pemain yang melempar atau melambungkan bola dan pemain yang menangkap bola. Dari ketujuh pemain penjaga tersebut, tiga pemain bertugas sebagai penjaga base.

Ketiga pemain yang bertugas sebagai penjaga base ini biasa diistilahkan sebagai penjaga base 1 atau first baseman, penjaga base 2 atau second baseman, dan penjaga base 3 atau third baseman. Ketiga penjaga baseman ini mempunyai tugas yang penting bagi tim. Berikut ini tugas-tugas dari penjaga base dalam permainan softball.

Tugas penjaga base pertama atau first baseman pada permainan softball, yaitu:
  • Menjaga base I dan menangkap bola yang dipukul atau dilempar ke area tersebut.
  • Membuat force out (mati terpaksa) pemain lawan. Caranya dengan menyentuh base pertama atau melempar bola pada pemain lain yang menjaga base I. Cara lain adalah dengan melempar bola pada base II.
  • Menghentikan pemain pada home plate.
  • Membantu menjaga belakang pada base II.
  • Melanjutkan lemparan dari lapangan sisi kanan.
Tugas penjaga base kedua atau second baseman pada permainan softball yaitu:
  • Menjaga daerah kekuasaannya, yaitu di antara base I dan base II.
  • Mengetik pemain yang berlari dari base I ke base II. Mengetik adalah menyentuh pemain lawan dengan bola.
  • Membuat force out (mati terpaksa) dengan cara melempar bola ke arah base I atau base II.
  • Membantu menjaga base I ketika first baseman memungut bola.
  • Membantu menjaga daerah belakang base II jika shortstop menjaga base II.
  • Meneruskan lemparan dari outfield ke infield.
  • Berperan penting dalam permainan ganda yang dimulai oleh shortstop.
Tugas penjaga base ketiga atau third baseman pada permainan softball, yaitu:
  • Menjaga base III yang menjadi daerah kekuasaannya.
  • Membuat force out dengan cara melempar bola ke base I.
  • Membantu menjaga daerah belakang shortstop.
  • Memotong atau meneruskan lemparan bola yang berasal dari outfielder.
  • Menguasai pukulan bunt ke arah base III yang berada di bagian samping infield. Dalam hal ini, maka third baseman mencoba menggiring bola dengan tangan dan melemparnya dengan gerakan yang sama.

Sebenarnya terdapat lagi satu pemain yang bisa dibilang bertugas untuk menjaga base, akan tetapi pemain ini tidak berposisi pada base atau tempat berhentinya pemain melainkan posisinya agak maju kedepan diantara base 2 dan base 3. Pemain ini disebut dengan shortstop, shortstop bertugas untuk menjaga lapangan depan, tepatnya antara base 2 dan base 3.

Itulah penjelasan singkat mengenai tugas-tugas penjaga base pada permainan softball, semoga penjelasan singkat ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai olahraga softball yang masih belum dikenal dan dimainkan di Indonensia.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pemain yang Berposisi Untuk Menjaga Antara Base 2 dan Base 3 Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Olahraga softball merupakan olahraga yang dimainkan dua tim atau regu, dimana masing-masing regu beranggotakan sembilan orang pemain. Pada saat menjadi tim bertahan atau defensif, kesembilan pemain tersebut akan mengambil posisi sesuai dengan kemampuannya dalam lapangan, ada yang berposisi sebagai pelempar, penangkap bola, dan penjaga.


Khusus untuk pemain penjaga, dari sembilan pemain dalam permainan softball tujuh orang merupakan bertugas sebagai penjaga. Pemain penjaga ini pun dibedakan menjadi tiga macam yaitu pemain penjaga untuk lapangan depan, pemain penjaga untuk base, dan pemain penjaga lapangan luar. Ada satu pemain yang bertugas untuk menjaga daerah antara base 2 dan 3.

Shortstop softball [image by thelantern.com], 

Pemain tersebut disebut dengan Shortstop, shortstop dalam permainan softball berposisi didepan diantara penjaga base 2 dan base 3. Itulah mengapa selain di istilahkan sebagai shortstop pemain penjaga ini juga disebut dengan pemain penjaga lapangan depan. Ada beberapa tugas pemain yang berposisi sebagai shortstop, antara lain:

  1. Menjaga bola hasil pukulan yang berada di area kekuasaannya.
  2. Menempati base II ketika melakukan bunting.
  3. Menjaga base II pada permainan ganda.
  4. Melakukan lemparan panjang kepada first baseman.
  5. Melakukan lemparan bawah tangan terhadap bola di atas tanah.
  6. Memberikan shortflip (melempar pendek sambil memutar badan) kepada first baseman atau second baseman pada permainan ganda.
  7. Membantu penjaga base III ketika terjadi “stealing”. Stealing yaitu ada pelari base yang berusaha ke base depan sewaktu pemukul mengayunkan kayu pemukulnya, sebelum bola lepas dari tangan pitcher.

Untuk menjadi pemain yang berposisi sebagai shortstop atau pemain penjaga daerah antara base 2 dan base 3, shortstop harus menguasai beberapa teknik dasar. Teknik dasar yang perlu dan harus untuk dikuasai oleh shortstop antara lain teknik dasar melempar bola dan teknik dasar memukul bola. Teknik melempar bola dalam permainan softball dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu lemparan atas (overhad throw) dan lemparan bawah (underhand toss).

Sedangkan teknik dasar menangkap bola dalam permainan softball dapat dilakukan dengan tiga teknik, yaitu menangkap bola lurus, menangkap bola atas, dan menangkap bola bawah. Adapun cara untuk menangkap bola adalah:

  1. Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  2. Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  3. Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  4. Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.

Itulah penjelasan singkat mengenai shortstop yaitu pemain yang bertugas untuk menjaga daerah antara base 2 dan base 3 dalam permainan softball, semoga infromasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman mengenai orahraga atau permainan softball.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Perlengkapan yang Harus Digunakan Oleh Catcher Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Catcher softball [image by thesoftballcatcher.weebly.com], 

Softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim beranggotakan 9 orang pemain. Permainan ini dimainkan dengan cara setiap pemain pada setiap regu yang mempunyai giliran memukul atau ofensif mengumpulkan angka dengan melewati tiga base hingga menyentuh base akhir yang disebut home plate, dengan terlebih dahulu melakukan pukulan bola.


Terdapat beberapa perlengkapan yang perlu untuk disediakan saat akan meminkan permainan ini, salah satunya ialah lapangan. Lapangan permainan softball berbentuk persegi atau lebih tepatnya berbentuk seperti diamond atau permata, lapangan permainan ini mempunyai ukuran-ukuran tertentu yang pastinya telah ditentukan oleh induk organisasi softball dunia.

Pada lapangan tersebut terdapat bagian-bagian yang harus ada pada setiap lapangan softball, diantaranya tempat untuk pemain singgah atau base, tempat untuk pelempar untuk melempar bola atau disebut dengan pitcher plate, kotak untuk pemain pemukul atau batter box, kotak untuk pemain penangkap atau catcher plate, dan base terakhir atau home plate.

Selain perlengkapan yang berupa lapangan permainan terdapat pula perlengkapan untuk pemain, dan pemain yang paling banyak mempunyai perlengkapan ialah catcher atau pemain penangkap bola. Catcher memerlukan beberapa perlengkapan untuk melindungi tubuhnya dari bola yang dilemparkan atau dilambungkan oleh pemain pitcher.

Seorang pemain yang berposisi sebagai catcher atau penangkap bola menggunakan perlengkapan yang banyak. Perlengkapan yang biasanya digunakan oleh catcher antara lain helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk melindungi daerah badan, dan legguard untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Tidak lupa juga untuk memakai glove atau sarung tangan agar mudah dalam menangkap bola.

Berikut ini video yang memperlihatkan berbagai perlengkapan yang digunakan seorang catcher dalam permainan softball, serta teknik dasar menangkap bola untuk catcher. Selamat menyaksikan.

Itulah beberapa perlengkapan yang harus digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai catcher dalam permainan softball, semoga informasi ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman mengenai olahraga softball ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Kasti

Bagikan:

Teknik Olahraga Kasti [image by nanpunya.wordpress.com], 

Olahraga kasti bisa dibilang sebagai olahraga masyarakat Indonesia, olahraga ini sering dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pada umumnya olahraga kasti ini mirip dengan olahraga yang sejenis lainnya yaitu baseball, softball, dan rounders, akan tetapi olahraga yang hampir mirip dengan kasti ialah olahraga rounders.


Karena olahraga ini merpakan adaptasi dari olahraga rounders yang diperkenalkan oleh Inggris saat menjajah Indonensia sekitar tahun 1800an maka teknik-teknik dasar bermain pada olahraga kasti sama dengan teknik dasar yang ada pada olahraga rounders. Beberapa teknik dasar yang digunakan pada olahraga kasti diantaranya ialah memukul, melempar, mengoper, menangkap dan berlari.

Pada olahraga kasti salah satu teknik yang harus dikuasai oleh pemain ialah memukul bola, bola harus dipukul sejauh mungkin dari jangkauan lawan atau tim yang menjaga. Setelah memukul bola sejauh-jauhnya, disinilah teknik dasar selanjutnya yang bekerja yaitu lari lah sekencang-kencangnya menuju pos pemberhentian pertama.

Jika ada kesempatan untuk berlari ke pos 2 silahkan lari, tapi jika tidak ada jangan coba-coba sebab jika kita mengenai bola yang dilempar oleh lawan diluar pos maka akan terjadi pergantian posisi tim. Teknik dasar selanjutnya ialah melempar atau melambung, teknik ini perlu sangat dikuasai oleh pemain yang akan melambungkan bola ke pemukul dan pemain yang melempar pemain lawan untuk mematikannya.

Teknik dasar yang berikutnya ialah menangkap dan mengoper, bola yang didapat oleh pemain penjaga setelah di pukul leh pemain pemukul bisa di lempar langsung ke pemain pemukul tadi yang berlari di pos jika memungkinkan, dan jika tidak memungkinkan untuk melempar langsung, pemain dapat mengopernya ke temannya yang posisinya memungkinkan tadi.

Itulah sedikit informasi mengenai teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain olahraga kasti, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Jika ada diantara teman-teman yang ingin menambahkan tentang informasi diatas maka dipersilahkan untuk menuliskannya pada kotak komentar yang tersedia dibawah ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Bentuk dan Fungsi Pitcher Plate Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pitcher plate [image by www.stack.com], 

Dalam pemain yang bertugas untuk melempar atau melambung bola disebut dengan Pitcher, pitcher merupakan pemain yang bertugas sebagai pelambung atau pelempar bola yang akan dipukul oleh pemain lawan. Posisi seorang pitcher terletak ditengah lapangan dalam atau infield, tepatnya di area khusus pitcher yang diistilahkan dengan Pitcher Plate.


Pitcher plate berbentuk segi panjang atau balog dengan ukuran 60x15 meter, sementara itu wilayah khusus untuk pelempar atau pelambung bola disebut dengan zona strike (strike zone), yaitu di atas home plate dengan ukuran diameter 5.47 m. Pitcher plate ini terbuat dari karet, kayu, atau beton yang ditanam serata dengan tanah.

Adapun fungsi dari pitcher plate itu sendiri ialah sebagai tempat atau posisi awal seorang pitcher dalam melakukan lemparan atau lambungan bola ke arah pemain pemukul lawan.

Adapun cara seorang pitcher dalam melempar atau melambungkan bola ialah:
  • Posisi awal : berdiri diatas pitcher plate dengan sikap melangkah dan kedua kaki lurus tetap kontak dengan tanah, pandangan tertuju kepada pemukul, bola dipegang di depan badan,
  • Gerakan : tangan yang memegang bola (kanan) putar ke atas ke belakang dan mengarah ke depan, pada saat tangan berada di belakang, kaki kiri melangkah ke depan, setelah tangan kanan berada di samping badan lepaskan bola, ketinggian bola kurang lebih di atas lutut setinggi pinggang,
  • Akhir gerakan : kaki kanan di depan, sementara kaki kiri tetap menginjang pitcher plate, berat badan dibawa ke depan, pandangan tertuju ke arah bola, arah bola lurus dan ketinggian bola di atas lutut.

Itulah penjelasan singkat mengenai bentuk dan fungsi pitcher plate, semoga informasi yang kami berikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman mengenai olahraga softball. Ikuti terus informasi informasi menarik lainnya tentang softball di blog Softball Tutorial ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Teknik Pukulan yang Dilakukan Tanpa Menggunakan Ayunan Lengan Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pukulan bunt [image by wiganurlatifa.blogspot.com], 

Teknik dasar pukulan emrupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain softball, tujuan melakukan pukulan ialah untuk memukul bola sejauh-jauhnya agar susah ditangkap oleh pemain lawan atau pemain penjaga. Akan tetapi ada salah satu cara memukul bola yang dilakukan untuk tujuan mengecoh lawan agar sulit menangkap bola tanpa memukulnya sejauh mungkin.


Cara pukulan tersebut disebut dengan pukulan bunting, pukulan bunting atau bunt adalah Suatu pukulan yang dilakukan dengan menggerakkan pemukul ke arah bola ke depan, atau pukulan yang dilakukan dengan kayu pemukul yang diam (tidak diayunkan) dengan maksud agar bola jatuh dekat home-base.

Pada umumnya dalam softball dikenal dua cara memukul bola yaitu memukul bola dengan cara swing dan memukul bola dengan cara bunt atau bunting. Memukul bola dengan cara bunt atau bunting dilakukan tanpa menggunakan ayunan atau tidak banyak menggunakan banyak tenaga dalam melakukan pukulan.

Sebab pukulan ini hanya menempatkan bola didekat pemukul sehingga pemain penjaga akan kesulitan untuk mendapatkan bola tersebut, sementara pemain penjaga berlari untuk mendapatkan bola, pemukul tadi dengan cepat berlari menuju base atau tempat pemberhentian. Adapun cara melakukan teknik memukul bola dengan cara bunting ini adalah:

1. Sikap persiapan untuk melakukan pukulan bunting

  • Berdiri dengan sikap kaki melangkah.
  • Bberat badan bebrtumpu pada kedua kaki.
  • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
  • Kayu pemukul atau bet dipegang erat dengan kedua tangan diatas belakang bahu.
  • Pandangan ke arah pelempar atau pitcher.

2. Tahap pelaksanaan untuk melakukan pukulan bunting

  • Pada saat pelempar bola atau pitcher melempar bola, langkahkan atau gerakkan salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola atau pitcher.
  • Kedua tangan memegang bet di depan badan.
  • Bola dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.

3. Akhir gerakan untuk melakukan pukulan bunting

  • Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
  • Badan agak condong ke depan.
  • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Untuk lebih jelasnya mengenai cara melakukan pukulan bunt atau pukulan tanpa menggunakan ayunan lengan, silahkan teman-teman menyaksikan videonya dibawah ini.

Demikian penjelasan singkat pertanyaan pukulan yang dilakukan tanpa menggunakan ayunan lengan, dan jawabannya ialah pukulan bunt, atau bunting atau pukulan tumbuk. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan teman-teman mengenai olahraga softball serta dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Rahasia Keberhasilan Seorang Batter Dalam Melakukan Pukulan Bunt Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pukulan bunt [image by wiganurlatifa.blogspot.com], 

Teknik pukulan atau memukul bola merupakan teknik yang harus dikuasai oleh pemain softball khususnya saat menjadi tim penyerang, sebab dengan menguasai teknik tersebut akan membuat tim mendapatkan banyak poin saat bola dipukul jauh atau bola yang dipukul sulit untukditangkap oleh tim lawan atau tim penjaga.


Dalam olahraga softball dikenal dua bentuk teknik pukulan, yaitu teknik memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunt). Pukulan tanpa ayunan atau bunt adalah teknik memukul bola tanpa harus mengayunkan pemukul tetapi cukup menahan arah datangnya bola sehingga bola akan jatuh dekat dengan si pemukul.

Melakukan pukulan bunt mempunyai tingkat kesulitanter sendiri, maka dari itu perlu konsentrasi tinggi dan pengamatan terhadap bola merupakan kunci keberhasilan seorang batter dalam melakukan pukulan bunt ini. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan pukulan bunt, hal tersebut antara lain.

  • Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
  • Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang, dengan berat badan di kaki belakang.
  • Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik, kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
  • Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke depan sambil 
  • meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting), dilakukan dengan cara memukul bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
  • Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan sebagai gerak lanjutnya.

Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan pukulan ini maka saatnya kita mencoba untuk melakukan pukulan bunt. Adapun cara melakukan pukulan bunt ini adalah sebagai berikut.

Tahap persiapan
  • Berdiri dengan sikap kaki melangkah
  • Berat badan bertumpu pada kedua kaki.
  • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
  • Kayu pemukul (bet) dipegang erat dengan kedua tangan di atas belakang bahu.
  • Pandangan ke arah pelempar bola (pitcher).
Tahap pelaksanaan
  • Pada saat pelempar bola (pitcher) melemparkan bola, langkahkan (gerakkan) salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola (pitcher).
  • Kedua tangan menggenggam bet depan bada.
  • Bola lalu dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.
Akhir gerakan
  • Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
  • Badan agak condong ke depan.
  • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pemain yang Bertugas Melakukan Lemparan Bola Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pemain pelempar atau pelambung bola [image by softballpitchingtools.com] ~ 

Dalam permainan softball, khususnya pada tim penjaga, terdapat beberapa posisi yang harus ditempati oleh pemain. Posisi tersebut harus ditempati oleh pemain yang memang mahir dalam posisi tersebut, diantaranya ialah posisi pemain penjaga base, pemain penjaga lapangan luar, pemain pelempar dan penangkap bola.


Terdapat satu pemain yang bertugas untuk melakukan lemparan atau melambungkan bola, siapakah dia? Pemain yang bertugas untuk melakukan lemparan atau melambungkan bola ke pemain pemukul lawan dalam permainan softball dinamakan Pitcher. Pitcher adalah pemain yang bertugas sebagai pelambung/pelempar bola dalam permainan softball/baseball, atau pelempar bola dalam permainan softbal, atau pelambung bola.

Selain bertugas untuk melakukan lemparan atau melambungkan bola, seorang pitcher juga mempunyai tugas lainnya yaitu Membantu tugas pemain yang menempati posisi di belakang home plate; Menjaga base 1 ketika penjaga base pertama (first baseman) mengambil bola; Membantu menjaga area di belakang base 2 dan base 3, ketika ada lemparan dari outfield; dan Membantu penjagaan jika ada lemparan ke arah home plate.

Pitcher atau pelambung bola mempunyai wilayah khusus dalam lapangan softball yang disebut zona strike (strike zone), yaitu di atas home plate. Strike zone adalah posisi bola dalam wilayah pukul batter, ketinggian bola antara bahu dan lutut batter.

Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola strike, supaya batter kesulitan memukul bola, walaupun bola berada di zona pukulnya. Tantangan seorang pitcher adalah melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.

Pitcher memiliki cara lemparan atau lambungan yang spesial, sebab seorang pitcher dituntut agar bola yang dilemparkannya tidak dapat dipukul oleh pemukul lawan. Berikut ini teknik cara melakukan pukulan pitcher.

  1. Berdiri sikap melangkah, kedua kaki lurus, dan pandangan tertuju kepada pemukul.
  2. Bola dipegang didepan badan.
  3. Tangan pemegang bola (kanan) putar kebelakang dan ke atas mengarah kedepan.
  4. Lepaskan bola setelah tangan kanan berada disampng badan ketinggian bola setinggi pinggang.
  5. Akhir gerakan, kaki kanan didepan dan berat badan dibawa ke depan pandangan tertuju ke arah gerakan bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Cara Teknik Menangkap Bola Datar (Straight Ball) Pada Permainan Softball

Bagikan:

Menangkap bola datar [image by www.columbiatribune.com], 

Softball merupakan olahraga yang banyak menggunakan teknik melempar dan menangkap, kedua teknik ini sangat perlu anda kuasai dalam bermain softball. Khusus untuk teknik dasar menangkap bola, di bedakan menjadi tiga jenis atau cara yaitu menangkap bola datar (straight ball), menangkap bola lambung atau atas, dan menangkap bola menggelinding atau bawah (ground ball).


Dari ketiga jenis tangkapan tersebut mempunyai kesulitan tersendiri saat melakukannya, dan perlu dilakukan berulang-ulang. Salah satu tangkapan yang sulit dan masih banyak yang belum menguasainya ialah tangkapan bola datar atau lurus, sebab kita harus agak sedikit merendahkan badan untuk menangkapnya.

Untuk membantu anda dalam melakukan tangkapan bola datar dalam softball, berikut ini kami berikan caranya agar anda bisa melakukannya.
  • Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  • Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  • Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  • Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.
Cara tersebut anda latih dan lakukan setiap hari selama latihan, dengan begitu anda akan dengan cepat menguasai teknik menangkap bola datar atau straight ball. Selamat mencoba.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pengertian Base Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Base softball [image by quotesgram.com], 

Softball dimainkan pada lapangan khusus, pada lapangan softball tersebut terdapat disetiap sudutnya terdapat semacam tempat pemberhentian untuk pemain setelah melakukan pukulan. Tempat pemberhentian tersebut dinamakan base. Apa pengertian base dalam permainan softball?


Dalam permainan softball Base dapat diartikan sebagai Tempat hinggap pelari pada permainan softball, atau Tempat hinggap pemain softball yang terdapat di tiap pojok lapangan, atau bisa juga sebagai Marka yang dijadikan sebagai tempat hinggap pemain.

Pada permainan softball terdapat tiga tempat pemberhentian pemain atau base, yaitu base satu, base dua, dan base tiga. Disetiap base tersebut terdapat penjaga base yang disebut dengan baseman. Baseman ini bertugas untuk menjaga base dengan cara menerima bola dari teman sebelum pemain lawan menginjak base.

Setiap pemain softball yang selesai memukul harus berlari sekuat tenaga menuju ke base satu, kemudian dia bersiap untuk berlari ke base kedua setelah pemain pemukul selanjutnya berhasil memukul bola dan begitu seterusnya. Ada dua teknik dasar permainan softball yang perlu dikuasai saat akan menuju ke base, yaitu teknik berlari dan teknik sliding.

Sementara itu, untuk pemain penjaga base harus menguasai teknik dasar melempar dan menangkap bola. Sebab penjaga ini akan menerima lemparan bola dari pemain penjaga outfilder atau melakukan operan ke teman lainnya dengan cara melempar.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Asal Mula Adanya Permainan Softball

Bagikan:

Softball tempo dulu [image by culture20s30s.wikispaces.com], 

Permainan sofball lahir di Amerika Serikat, yang ditemukan di Gedung Olahraga Farragut Boat Club Chicago, Illinois pada 16 September 1887 secara tidak sengaja oleh George Hancock. Awalnya terdapat beberapa alumni Universitas Yale dan Harvard sedang mendengarkan hasil akhir pertandingan sepakbola Amerika antar Yale dan Harvard di klub Farragut Boat.


Setelah skor akhir diumumkan, yaitu kemenangan Yale, seorang alumnus Yale dengan antusias melempar sebuah sarung tinju ke pendukung Harvard. Seseorang dengan reflek mengambil sebuah tongkat dan memukul ke arah sarung tinju itu. Melihat hal itu memberikan sebuah ide seorang reporter Chicago Board of Trade, George Hancock. Dia menyarankan untuk membuat sebuah permainan di dalam ruangan dengan bola yang dibuat dari sarung tinju yang dilempar tadi.

Dia mengambil sarung tinju itu dan mengikatnya dengan erat memakai sebuah tali, supaya menyerupai bola. Kemudian dengan beberapa buah kapur, Hancock menandai lantai Farragut Boat menyerupai lapangan bisball. Sebagai pemukul digunakanlah sebuah sapu.

Tim dibagi menjadi dua dan Hancock meneriakkan kata-kata “Play ball”, maka dimulailah permainan itu dengan skor akhir 44-40. Semenjak itu permainan bisball versi dalam ruangan dikenal. Dinamakan indoor baseball. Karena bentuk bola yang berubah-ubah. Nama softball sebelumnya menyesuaikan material yang digunakan untuk membuat bolanya, jadilah nama-nama yang digunakan waktu itu yaitu kitten ball, army ball, mush ball, dan juga indoor-outdoor, recreation ball, dan playground ball.

Sumber pustaka : Roji dan Eva Yulianti. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan: buku siswa Untuk SMP/MTs Kelas VIII semester 1/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. -- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pengertian Teknik Pukulan Bunt Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pengertian pukulan bunt dalam softball ~ 

Secara umum teknik memukul dalam softball terbagi menjadi dua macam cara, yaitu teknik memukul dengan cara swing dan teknik memukul dengan cara bunt. Pada postingan terdahulu kita telah menyinggung tentang pukulan swing, dimana pukulan swing dilakukan dengan memukul bola sekencang dan sekuat-kuatnya.


Berbeda dengan memukul dengan cara swing, memukul dengan cara bunt tidak harus melakukannya dengan sekuat tenaga sebab teknik bunt ini hanya menyentuh bola tanpa mengayun tongkat. Secara umum pengertian bunt adalah Suatu pukulan yang dilakukan dengan menggerakkan pemukul ke arah bola ke depan. | Pukulan dilakukan dengan kayu pemukul yang diam (tidak diayunkan) dengan maksud agar bola jatuh dekat home-base.

Pukulan menahan bola atau bunt dilakukan dengan tujuan untuk mengecoh penjaga yang mengira bola akan dipukul jauh akan tetapi bola dipukul pelan sehingga pemain penjaga kesulitan untuk mengambil bola dan pemukul atau batter dengan leluasa berlari ke base 1.

Adapun cara untuk melakukan pukulan bunt atau pukulan menahan bola dapat dilakukan dengan tiga tahap, yaitu :

Tahap persiapan:
  1. Berdiri dengan sikap kaki melangkah
  2. Berat badan bertumpu pada kedua kaki.
  3. Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
  4. Kayu pemukul (bet) dipegang erat dengan kedua tangan di atas belakang bahu.
  5. Pandangan ke arah pelempar bola (pitcher).
Tahap pelaksanaan:
  1. Pada saat pelempar bola (pitcher) melemparkan bola, langkahkan (gerakkan) salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola (pitcher).
  2. Kedua tangan menggenggam bet depan bada.
  3. Bola lalu dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.
Akhir gerakan:
  1. Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
  2. Badan agak condong ke depan.
  3. Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian bunt dalam softball, intinya ialah melakukan pukulan ini jangan keras-keras sebab pukulan ini hanya bertujuan menyentuh bola dengan pemukul sehingga bola jatuhnya tidak jauh. Semoga dapat bermanfaat.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pengertian Pemain Berposisi Sebagai Catcher Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Catcher softball [image by frenscorsmapat.wordpress.com], 

Terdapat beberapa kriteria jika ingin menjadi catcher, kriteria tersebut antara lain Memiliki daya refleksi yang baik dan memiliki kemampuan melempar bola secara tepat ke setiap base yang dituju; Memiliki kecepatan dan kesigapan menanggapi setiap peluang yang diperoleh timnya; dan Mengetahui karakter dan tipe bermain pitcher-nya, sehingga catcher dapat mengarahkan pitcher dalam mengambil suatu tindakan.


Catcher adalah pemain bertahan yang bertugas menangkap bola di belakang batter, Posisi catcher berjongkok di depan wasit kepala dan di belakang pemain yang mendapat giliran memukul (batter). Catcher dilengkapi dengan perlengkapan pengaman dan bertugas menangkap lemparan pitcher.

Perlengkapan yang harus digunakan oleh seorang catcher antara lain helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk melindungi daerah badan, dan legguard untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Tidak lupa juga untuk memakai glove atau sarung tangan agar mudah dalam menangkap bola.

Sedangkan tanggung jawab seorang catcher antara lain menangkap setiap lambungan bola yang dilakukan pitcher, mengarahkan permainan defensif dan strategi yang digunakan oleh keseluruhan anggota tim, mengetahui kelemahan pemukul dan menerapkan strategi yang tepat untuk memanfaatkannya, dan menangkap bola yang dipukul dan melambung/ menggelinding di dekat posisinya.

Seorang catcher harus menguasai teknik dasar menangkap bola, teknik ini harus dikuasai agar mudah dalam menangkap bola dari picher. Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga termasuk catcher, berikut ini cara catcher dalam menangkap bola.

  1. Posisi awal jongkok.
  2. Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher.
  3. Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian catcher dalam permainan softball, semoga penjelasan tersebut dapat menambah wawasan kita mengenai permainan softball khususnya pemain yang berposisi sebagai catcher, serta dapat juga menjawab pertanyaan teman-teman tentang pengertian catcher.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pengertian Pemain Pitcher Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pengertian pitcher dalam permainan softball [image by medicine.wustl.edu] ~ 

Terdapat beberapa posisi yang ditempati seorang permain dalam olahraga softball, salah satunya ialah pitcher. Pitcher merupakan salah satu posisi yang banyak disukai oleh pemain softball, akan tetapi tidak semua pemain bisa mengambil posisi sebagai pitcher atau pelempar bola.


Apa sebenarnya pitcher itu? Picher merupakan pemain yang bertugas sebagai pelambung atau pelempar bola dalam softball. Sorang pitcher mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam membawa timnya memenangkan sebuah pertandingan, ia juga harus pandai mengoordinasikan antara gerakan lengan, bahu, serta badannya. Selain itu, pemain pada posisi ini dituntut untuk memiliki keberanian, tekad kuat, dan kondisi fisik yang baik.

Seorang pitcher berdiri di atas plate, menghadap ke arah catcher. Pitcher akan berusaha melempar bola sekuat tenaga ke arah mitts catcher. Posisi bola lempar mempunyai wilayah khusus yang disebut zona strike (strike zone), yaitu di atas home plate. Strike zone adalah posisi bola dalam wilayah pukul batter, ketinggian bola antara bahu dan lutut batter.

Pada saat melempar, pitcher akan berusaha membuat bola strike, supaya batter kesulitan memukul bola, walaupun bola berada di zona pukulnya. Tantangan seorang pitcher adalah melempar dengan kecepatan tinggi dan dengan sasaran yang tepat.

Untuk menjadi seorang pitcher, setidak ada beberapa kriteria atau syarat yang harus dipenuhi, kriteria tersebut antara lain adalah seorang pitcher harus memiliki stamina dan kekuatan tubuh yang prima, seorang pitcher harus menguasai berbagai teknik lemparan, dan seorang pitcher harus mampu mengatur arah dan kecepatan lemparan dengan baik.

Seorang pitcher harus menguasai teknik dasar lemparan agar mampu melempar bola dengan cepat dan tepat, selain teknik melempar juga harus menguasai teknik memegang bola. Dalam softball dikenal 3 cara memegang bola untuk pitcher diantaranya memegang bola dengan empat jari, memegang bola dengan tiga jari, dan memegang bola dengan dua jari.

Terdapat teknik khusus melempar bola untuk pitcher, berikut ini cara melakuka lemparan pitcher.
  1. Berdiri sikap melangkah, kedua kaki lurus, dan pandangan tertuju kepada pemukul.
  2. Bola dipegang didepan badan.
  3. Tangan pemegang bola (kanan) putar kebelakang dan ke atas mengarah kedepan.
  4. Lepaskan bola setelah tangan kanan berada disampng badan ketinggian bola setinggi pinggang.
  5. Akhir gerakan, kaki kanan didepan dan berat badan dibawa ke depan pandangan tertuju ke arah gerakan bola.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian pitcher dalam olahraga softball, semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan kita semua mengenai softball serta dapat menjawab pertanyaan teman-teman sekalian mengenai apa itu pitcher. Sekian dan semoga bermanfaat.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pengertian Pemain Berposisi Sebagai Batter Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Batter softball [image by raabandporter.com], 

Softball merupakan permainan yang dimainkan dengan banyak orang, sama halnya dengan permainan tim lainnya, permainan softball memerlukan kekompakan serta kerja sama antara pemain satu dengan pemain lainnya. Dalam permainan softball terdapat beberapa posisi yang ditempati oleh pemain, posisi tersebut disesuaikan dengan keahliannya.


Ada satu posisi yang semua pemain harus menempatinya, yaitu batter atau pemukul. Setiap pemain tim penyerang harus menjadi batter atau pemukul sesuai dengan gilirannya. Jadi, apa sebenarnya batter ini? Pada umumnya Batter merupakan pemain yang mendapat giliran memukul bola dalam olahraga softball.

Untuk lebih maksimal dalam melakukan pukulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bertugas sebagai batter atau pemukul bola, yaitu Teknik memegang alat pemukul (grip), Cara berdiri (stand), Cara menggeserkan kaki depan (stride), Cara mengayunkan stik (swing), dan Gerak lanjut (follow through).

Seorang pemain yang ditugaskan sebagai batter perlu menguasai teknik dasar memukul, setidaknya terdapat dua macam teknik pukulan yang harus dipelajari, yaitu Pukulan Ayunan (Swing) dan Pukulan menahan bola (Bunt). Pukulan ayunan (swing) dilakukan dengan menggerakkan alat pemukul kearah bola ke depan. Ada tiga fase dalam gerakan mengayunkan stick, yaitu melangkah, putaran lengan, dan gerak lanjutan.

Pukulan menahan bola (bunt) adalah suatu pukulan yang dilakukan tanpa mengayunkan lengan dan bola hanya disentuh perlahan. Tujuannya untuk mengecoh regu penjaga. Dengan pukulan tersebut regu penjaga harus berlari agak jauh untuk dapat menguasai bola.

Itulah penjelasan singkat mengani pengertian batter dalam permainan softball, semoga penjelasan tersebut dapat menjawab pertanyaan teman-teman mengenai batter atau pemukul dalam softball. Inti agar supaya sukses dalam melakukan pukulan ialah konsentrasi dan menguasai tekniknya.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Sejarah dan Peraaturan Singkat Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Permainan softball [image by www.seputarfitness.com], 

Permainan softball merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim dimana terdapat tim penjaga (defense) dan tim penyerang (offence). Tim penyerang mendapat giliran memukul secara bergantian. Tim bertahan berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.


Permainan softball lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock di kota Chicago pada tahun 1887. Softball merupakan perkembangan dari olahraga sejenis yaitu bisbol (baseball) atau hardball. Softball pertama kali di Chicago. Peraturan permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916 diperbaiki oleh Matthew.

Pada tahun 1930, ada perubahan permainan dari indoor ke outdoor oleh H. Fischer dan M.J. Ponley. Pada tahun 1968, permainan softball diperkenalkan di Asia, ketika dilakukan kejuaraan di Manila. Softball pertama kali dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.

Posisi pemain dalam permainan ini ditempatkan menurut keahliannya, pada posisi pemain penjaga antara lain Penangkap bola (Catcher), Pelempar bola (Pitcher), Penjaga base 1 (First baseman), Penjaga base 2 (Second baseman), Penjaga base 3 (Third baseman), Shortstop, Right fielder, Middle fielder, dan Left fielder.

Permainan softball juga menggunakan beberapa peralatan, peralatan dalam softball hampir sama dengan peralatan permainan baseball hanya ada sedikit perbedaan saja dari keduanya. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan yaitu lapangan, glove (semacam sarung tangan), Bola, Alat pemukul atau bet, Body protector dan helmet (catcher), dan Uniform dan cap (kostum dan helm) untuk pemukul/runner.

Dalam softbal terdapat beberapa peraturan yang ada, pada umumnya peraturan dalam permainan softball diantaranya ialah Jumlah pemain dalam satu regu terdiri atas 9 orang; Pertandingan dipimpin oleh wasit, di setiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire; Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan sekali giliran menjaga.

Semua pemain softball harus menguasai teknik-teknik dasar permainan ini, yang paling penting adalah teknik dasar memukul bola, sebab teknik ini digunakan semua pemain pada saat berposisi sebagai im penyerang. Teknik dasar lainnya yang perlu dikuasai antara lain Teknik Dasar Memegang Pemukul Softball, Teknik Dasar Berlari ke Base, Teknik Dasar Sliding, Teknik dasar melempar bola antar base, dan Teknik dasar menangkap bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Posisi Pemain Penjaga di Dalam Lapangan Permainan Softball

Bagikan:

Permainan atau olahraga softball merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu atau tim yaitu tim penjaga (defense) dan tim penyerang (offence). Tim penyerang mendapat giliran memukul secara bergantian. Tim bertahan berusaha mematikan anggota tim yang mendapat giliran memukul. Tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.


Setiap tim memiliki 9 pemain. Pada tim penjaga, sembilan pemain tersebut menyebar dan menmpati posisi sesuai kehalian mereka masing-masing. Posisi pemain penjaga antara lain Penangkap bola (Catcher), Pelempar bola (Pitcher), Penjaga base 1 (First baseman), Penjaga base 2 (Second baseman), Penjaga base 3 (Third baseman), Shortstop, Right fielder, Middle fielder, dan Left fielder.

Posisi pemain penjaga dilapangan dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar posisi pemain penjaga di lapangan softball,

Penangkap bola (Catcher) berposisi di antara home plate dan back stop, dengan posisi jongkok di belakang pemukul dan mengenakan sarung tangan khusus untuk menangkap bola yang tidak bisa dipukul oleh pemain pemukul; Pelempar bola (Pitcher) berposisi di atas pitcher’s plate, posisi tersebut berhadapat dengan pemain pemukul.

Pemain penjaga base 1, 2, dan 3 berposisi pada base 1, 2, dan 3, pemain ini menjaga base dengan menangkap bola yang datang kearahnya dan mematikan lawan; Pemain shortstop merupakan penjaga lapangan depan yang berada antara base 2 dan base 3.

Pemain Right fielder atau pemain penjaga lapangan kanan berposisi dibelakang lapangan tepatnya diantara penjaga base 1 dan base 3 untuk menangkap bola yang mengarah kebelakang, pemain middle fielder atau pemain penjaga lapangan tengah berposisi pada dibelakang lapangan tepatnya di belakang penjaga base 3 untuk menangkap bola yang mengarah kebelakang, dan pemain left fielder atau penjaga lapangan kiri berposisi di belakang lapangan tepatnya dibelakang pemain Shortstop.

Itulah sedikit informasi mengenai posisi pemain penjaga di lapangan softball, dari informasi tersebut anda dapat melihat dan memilih posisi yang cocok untuk anda di permainan softball. Semua posisi tersebut mempunyai tantangan serta harus menguasai teknik-teknik dasarnya, selamat mencoba.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tujuan Memukul Bola Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Memukul Bola Softball [image by www.tribunnews.com], 

Pada permainan softball terdapat dua tim yang bermain, satu tim sebagai tim penyerang dan satu tim lagi sebagai tim bertahan. Kedua tim ini akan berganti posisi ketika tim penyerang mendapatkan tiga kali mati atau out. Dalam permainan ini tim penyerang mendapat giliran memukul sedangkan tim bertahan mendapat giliran untuk melempar bola.


Pada waktu memukul bola, tim yang menyerang harus memukul bola sekuat-kuatnya hingga pemain penjaga lawan tidak dapat menagkapnya setelah memukul, pemain selanjutnya dengan cepat berlari ke base pertama untuk menunggu pemain lainnya memukul bola. Terdapat dua cara memukul bola dalam permainan softball yaitu pukulan ayunan (swing) dan pukulan menahan bola (bunt).

Untuk mendapatkan pukulan yang mematikan, pemain perlu untuk menguasai teknik dasar memukul bola softball. Cara untuk memukul bola softball adalah:

  1. Berdiri sikap melangkah, badan agak condong ke depan lutut dan pinggul rileks;
  2. Kayu pemukul/stik dipegang dengan kedua tangan di atas belakang bahu;
  3. Pandangan ke arah pitcher/pelambung;
  4. Setelah bola dilemparkan pitcher, lakukan ayunan stik ke arah datangnya bola;
  5. Saat stik mau mengenai bola, lakukan pergerakan tangan dan bersamaan dengan itu tumit kaki belakang terangkat;
  6. Stik menyilang ke depan badan hingga berakhir di bahu sebelah kiri dan pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Selain teknik memukul, satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam memukul bola yaitu cara memegang pemukul atau bet softball. Pada umumnya terdapat tiga cara dalam memegang tongkat pemukul atau bet softball, yaitu pegangan bawah, pengangan tengah, dan pegangan atas.

Terdapat beberapa tujuan memukul bola dalam permainan softball, beberapa tujuan tersebut adalah untuk memperoleh nilai, menyelamatkan diri sendiri, dan membantu teman pelari lain (base runner) untuk mencapai base berikutnya. Selain itu dapat juga katakan bahwa tujuan memukul bola softball adalah agar bola susah untuk ditangkap dengan cepat oleh tim lawan sehingga kita dengan cepat berlari ke base.

Itulah sedikit informasi tentang tujuan memukul bola dalam permainan softball, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk para pembaca sekalian dan untuk anda yang sedang mencari informasi tentang softball. Jika anda ingin berbagi tentang pengalaman anda bermain softball, silahkan menuliskannya pada kotak komentar yang tersedia dibawah postingan ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Perbedaan Bola Softball Dengan Bola Baseball

Bagikan:

Gambar bola softball kuning dan putih,

Beberapa olahraga atau permainan menggunakan bola sebagai perlengkapannya, bola yang digunakan berbentuk besar dan kecil. Begitu pula dengan permainan softball, bola yang digunakan dalam permainan softball berbeda dengan bola yang digunakan dalam permainan baseball. Perbedaannya terletak pada ukuran bola.


Walaupun mempunyai bentuk dan penampakan yang sama, bola yang digunakan dalam permainan softball dan baseball berbeda dalam segi ukurannya. Bola softball lebih besar dibandingkan dengan bola baseball, dengan ukuran keliling bola softball sekitar 27,9 - 30,5 cm sedangkan bola baseball sekitar 23,5 cm. Sementara itu berat bola softball sekitar 178,0 gram - 198,4 gram.

Bola softball berbentuk bulat dan berwarna putih atau kuning, disetiap sisi bola dijahit dengan benang tebal, biasanya berwarna merah. Bola softball terbuat dari kulit sintesis atau synthetic leather. Adapun beberapa merek bola softball yang dijual dipasaran diantaranya Mizuno, Mac Fregor, Wilson, DL, Easton, Slugger, Mitsuwa Tige, Hurricane, dan lain-lain.

Itulah sedikit informasi mengenai bola softball dalam permainan softball, semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan dapat pula menambah wawasan kita tentang olahraga ini. Jika ada diantara anda yang ingin memberikan informasi tambahan mengenai bola softball, silahkan langusng menuliskannya pada kotak komentar yang terdapat dibawah ini.

Tinjauan web : https://sitinorjanah.wordpress.com/2012/06/20/aerodinamika-bola-baseball/.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Panjang dan Bahan Pembuat Tongkat Pemukul Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Gambar tongkat pemukul (bat) softball [image by www.bukalapak.com], 

Tongkat pemukul atau Bat merupakan salah satu perlengkapan yang harus ada dalam olahraga softball. Tongkat pemukul ini berfungsi untuk memukul bola yang dilemparkan oleh pitcher sejauh mungkin, Untuk dapat melakukan pukulan yang baik menggunakan bat maka seorang pemain softball perlu terus berlatih.


Tongkat pemukul (bat) yang digunakan dalam pertandingan resmi adalah bat khusus yang diperuntukkan untuk sofbol. Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang ada, biasanya panjang tongkat pemukul 86,5 cm.

Tongkat pemukul atau bat biasanya terbuat dari aluminium, besi, dan kayu. Terdapat beberapa merek tongkat pemukul softball yang dijual dipasaran, beberapa merek tersebut diantaranya BAT, WORTH, Superlong, Arthur Melody, Star, Pingle, Egojin, Rox, Energym, Easton, dan lain-lain.

Itulah informasi singkat mengenai salah satu perlengkapan dalam olahraga softball yaitu tongkat pemukul atau bat, informasi ini akan kami perbaharui terus jika ada informasi baru mengenai tongkat pemukul. Pembaca juga bisa membantu memberikan informasi mengani tongkat pemukul softball dengan menuliskannya pada kotak komentar dibawah ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Spesifikasi Sarung Tangan Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Mett dan Glove, 

Sarung tangan merupakan sebuah perlengkapan yang menutupi tangan sebagian maupun keseluruhan, pada umumnya sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan dari sesuatu. Dalam permainan softball sarung tangan disebut dengan Glove, sarung tangan softball mempunyai bentuk yang unik beda dengan sarung tangan lainnya.


Glove atau sarung tangan softball sama dengan sarung tangan pada permainan baseball. Dalam permainan softball sarung tangan atau glove berfungsi untuk memudahkan dalam menangkap bola sebab dengan bentuk yang besar bola tidak akan gampang lepas, selain itu fungsi lainnya dari sarung tangan ini adalah melindungi tangan agar tidak mengalami kesakitan saat menangkap bola yang biasanya datang dengan cepat dan keras.

Terdapat beberapa merek sarung tangan atau glove yang terdapat dipasaran, dan semuanya mempunyai kelebihannya masing-masing. Adapun merek-merek dari sarung tangan softball diantaranya Mizuno, Rawlings, LouisVille, EASTON, Texas Rangers, Saiba, Willson, Slazenger, Cooper, FRANKLIN, Giant, KBL, Regent, Worth, Under Armour, All Star, Brett, dan Etto.

Sarung tangan softbal selalunya terbuat dari kulit agak tebal agar kuat dan tahan lama. Sarung tangan softball berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram. Sarung tangan (glove) dikenakan oleh seluruh pemain bertahan untuk menangkap bola termasuk catcher yang berposisi dibelakang pemukul, sementara first baseman dan penangkap bola mengenakan mitt.

Apa perbedaan dari kedua sarung tangan softball tersebut? perbedaannya terletak pada bentuk jarinya, di Glove terdapat jari-jari sedangkan pada mitt tidak terdapat jari-jari hanya polos saja.

Itulah sedikit informasi mengenai glove dan mitt, sarung tangan yang digunakan dalam permainan softball. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kita tentang olahraga atau permainan satu ini. Untuk perlengkapan permainan softball lainnya akan kita bahas pada postingan selanjutnya, maka dari itu nantikan terus postingan terbaru dari kami.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Tim Bertahan (Penjaga) Dalam Permainan Softball

Bagikan:

tim bertahan (penjaga) dalam permainan softball [image by infobandung.co.id], 

Permainan softball merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim, dua tim tersebut memainkan posisi sebagai tim penyerang atau biasa disebut dengan tim pemukul dan tim bertahan atau biasa disebut juga dengan tim penjaga. Untuk melakukan tugas menyerang maupun bertahan, setiap pemain harus menguasai teknik-teknik dasar terlebih dahulu.


Beda halnya dengan teknik dasar pada tim penyerang atau pemukul, pada teknik dasar pada tim bertahan jumlahnya lebih banyak, ini dikarenakan posisi bertahan atau penjagaan ekstra agar pemain penerang tidak mendapatkan poin. Beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan atau tim penjaga diantaranya adalah teknik dasar memegang bola, teknik dasar melempar bola, dan teknik dasar menangkap bola.

Berikut ini beberapa teknik dasar penting yang harus dikuasai oleh para pemain tim bertahan atau tim penjaga, yaitu :

1. Teknik dasar melempar bola antar base

Terdapat dua macam lemparan dalam permainan softball, yaitu lemparan pitcher pada tim menyerang dan lemparan antar base pada tim bertahan. Lemparan antar base ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in field) atau penjaga base, dan di lapangan luar (out field). Adapun teknik melempar bola antar-base terdiri atas berikut ini.

  • Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw).
  • Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw).
  • Teknik lemparan bawah (underhand throw).
  • Teknik lemparan dengan lecutan tangan.
2. Teknik dasar menangkap bola

Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga. Pemain yang bertugas menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher. Berikut ini cara menangkap bola pada pemain catcher dan penjaga base.

  • Teknik menangkap bola untuk catcher sebagai berikut.
    • Posisi awal jongkok.
    • Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher.
    • Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas.
  • Teknik menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base sebagai berikut.
    • Teknik menangkap bola yang bergulir di tanah. Caranya berikut ini.
      1. Buka kaki agak lebar.
      2. Bungkukkan badan 90o untuk bola pelan, atau badan jongkok dengan salah satu lutut menumpu tanah untuk bola cepat.
      3. Kedua tangan siap menangkap dengan tangan kiri yang memakai glove berada di bawah sedangkan tangan kanan melingkupi bola dengan menutup telapak tangan agar bola tidak lepas.
    • Teknik menangkap bola lambung, caranya berikut ini.
      1. Kaki dibuka selebar bahu dengan salah satu kaki di depan.
      2. Badan tegak dengan pandangan ke arah datangnya bola.
      3. Posisi tangan setinggi kepala.
      4. Tangan kiri yang memakai glove menyongsong datangnya bola, sedangkan tangan yang lain melingkupi bola agar tidak lepas.
    • Teknik menangkap bola lurus, caranya sama dengan menangkap bola lambung bedanya hanya pada saat menangkap bola, posisi tangan ke depan dada.

Itulah beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan (penjaga) dalam permainan softball, sampai ketemu pada postingan blog ini selanjutnya.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pelanggaran yang Dihukum Kartu Merah Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Dalam semua pertandingan olahraga, setiap pemain dituntut untuk selalu bermain dengan adil dan tidak curang, begitu juga dalam permainan Futsal. Akan tetapi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan bisa sangat terpaksa jika pemain lawan berpeluang untuk mencetak gol.


Jika melakukan pelanggaran yang sangat berat, pemain akan diberikan kartu merah langsung maupun tidak dan akan diusir keluar dari lapangan. Dalam laws of the game permainan Futsal telah diatur pelanggaran bagaimana yang pantas diberikan kartu merah.

Pemain atau pemain pengganti yang melakukan salah satu pelanggaran berikut ini akan diberikan kartu merah dan akan diusir dari dalam lapangan pertandingan, yaitu:

  1. Menggagalkan gol tim lawan atau peluang mencetak gol yang jelas dengan pelanggaran handball (kecuali kiper di dalam area penalti sendiri) atau dengan sengaja memindahkan atau membalikkan gawang (seperti ketika hal ini mencegah bola melewati garis gawang)
  2. Menggagalkan gol atau peluang mencetak gol yang jelas (dengan syarat gawang tidak dijaga oleh kiper bertahan) kepada lawan yang pergerakannya secara keseluruhan menuju gawang pelaku melalui pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas (kecuali sebagaimana diuraikan di bawah ini)
  3. Permainan kotor yang serius
  4. Menggigit atau meludahi seseorang
  5. Perilaku kekerasan
  6. Menggunakan bahasa dan/atau tindakan yang menyinggung, menghina, atau kasar
  7. Menerima peringatan kedua dalam pertandingan yang sama. Pemain atau pemain pengganti yang telah diusir harus meninggalkan area lapangan dan area teknis.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Peraturan Perayaan Gol Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Dalam laws of the game permainan Futsal, diatur segala macam hal yang berkaitan dengan pertandingan Futsal, salah satunya ialah peraturan saat pemain merayakan Gol. Sama halnya di Sepak Bola, pada pertandingan Futsal juga diatur tentang Perayaan Gol.


Pemain boleh merayakan gol, tetapi perayaan tersebut tidak boleh berlebihan; perayaan yang terencana tidak dianjurkan dan tidak boleh membuang-buang waktu secara berlebihan.

Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukanlah pelanggaran yang dapat dikenai peringatan, tetapi pemain harus kembali sesegera mungkin ke lapangan permainan. Seorang pemain harus diberi peringatan, bahkan jika gol tersebut tidak sah atau dianulir, karena hal berikut:

  1. Mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan masalah keselamatan dan/atau keamanan;
  2. Bertindak dengan cara yang provokatif, mengejek, atau menghasut;
  3. Menutupi kepala atau wajah dengan masker atau barang serupa lainnya;
  4. Melepas baju atau menutupi kepala dengan baju.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pelanggaran yang Dihukum Tendangan Bebas Langsung atau Direct free kick Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Sama halnya di pertandingan SepakBola, Futsal juga mengenal adanya tendangan bebas langsung atau Direct free kick dalam pertandingannya. Secara garis besar, kesalahan atau pelanggaran yang menyebabkan sebuah tim dihukum dengan tendangan bebas langsung juga sama antara kedua olahraga ini.


Tendangan bebas langsung atau direct free kick merupakan tendangan yang dilakukan bisa langsung memasukkan bola ke gawang, termasuk tendangan pinalti. Tendangan bebas langsung diberikan jika seorang pemain melakukan salah satu pelanggaran berikut terhadap lawan dengan cara yang dianggap oleh wasit sebagai ceroboh, sembrono, atau menggunakan kekuatan berlebihan:

  1. Menyerang pemain lawan;
  2. Melompat ke arah pemain lawan;
  3. Menendang atau mencoba menendang pemain lawan;
  4. Mendorong pemain lawan;
  5. Memukul atau mencoba memukul (termasuk sundulan kepala) pemain lawan;
  6. Melakukan tekel atau tantangan ke pemain lawan; dan
  7. Menjegal atau mencoba menjegal pemain lawan.

Tendangan bebas langsung juga diberikan jika seorang pemain melakukan salah satu pelanggaran berikut:

  1. Pelanggaran handball yang disengaja dan/atau melibatkan tangan/lengan yang membuat tubuh pemain menjadi lebih besar secara tidak wajar (kecuali untuk penjaga gawang di dalam area penalti mereka)
  2. Menahan lawan
  3. Menghalangi lawan dengan kontak
  4. Menggigit atau meludah ke seseorang dalam daftar tim atau petugas pertandingan
  5. Melempar/menendang benda ke arah bola, lawan, atau petugas pertandingan, melakukan kontak dengan bola dengan benda yang dipegang, atau sengaja menggerakkan gawang sehingga Penjaga gawang melakukan kontak dengan bola.

Semua pelanggaran yang tercantum dalam bagian ini dihitung sebagai pelanggaran kumulatif.

Khusus untuk tujuan menentukan pelanggaran handball, batas atas lengan sejajar dengan bagian bawah ketiak. Karena tidak setiap sentuhan tangan/lengan pemain dengan bola merupakan pelanggaran handball. Berikut ini pelanggaran handball yang bisa dihukum tendangan bebas langsung, yaitu:

  1. Dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan/lengannya, misalnya menggerakkan tangan/lengan ke arah bola.
  2. Menyentuh bola dengan tangan/lengannya ketika hal itu membuat tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar. Seorang pemain dianggap telah membuat tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar ketika posisi tangan/lengannya bukan merupakan konsekuensi dari, atau dapat dibenarkan oleh, gerakan tubuh pemain untuk situasi spesifik tersebut. Dengan menempatkan tangan/lengannya dalam posisi seperti itu, pemain mengambil risiko tangan/lengannya terkena bola dan dikenai hukuman.

Penjaga gawang memiliki batasan yang sama dalam menangani bola seperti pemain lain di luar area penalti. Jika penjaga gawang menyentuh bola dengan tangan di dalam area penaltinya padahal tidak diperbolehkan, tendangan bebas tidak langsung akan diberikan tetapi tidak ada sanksi disiplin.

Namun, jika pelanggarannya adalah memainkan bola untuk kedua kalinya (dengan atau tanpa tangan/lengan) setelah bola dikosongkan sebelum menyentuh pemain lain, penjaga gawang harus dikenai sanksi jika pelanggaran tersebut menghentikan serangan yang menjanjikan atau menggagalkan peluang mencetak gol bagi lawan atau tim lawan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Ketentuan Dalam Penggantian Penjaga Gawang Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa, tidak ada batasan dalam pergantian pemain dalam permainan Futsal, setiap tim bebas melakukan pergantian pemain selama pertandingan berlangsung. Termasuk juga dalam pergantian penjaga gawang, akan tetapi khusus untuk penjaga gawang, terdapat beberapa peraturan dalam proses pergantiannya.


Pemain pengganti mana pun dapat bertukar tempat dengan penjaga gawang tanpa memberi tahu wasit atau menunggu penghentian pertandingan. Akan tetapi sebaiknya pemain yang menggantikan penjaga gawang harus juga berposisi penjaga gawang.

Pemain mana pun didalam permainan dapat bertukar tempat dengan penjaga gawang; namun, pemain ini harus melakukannya selama penghentian pertandingan dan harus memberi tahu wasit sebelum pergantian dilakukan.

Pemain atau pemain pengganti yang menggantikan penjaga gawang harus mengenakan kaus penjaga gawang dengan nomor punggung pemain atau pemain pengganti tersebut. Aturan kompetisi juga dapat menetapkan bahwa pemain yang bertindak sebagai penjaga gawang terbang harus mengenakan warna yang sama persis dengan kaus penjaga gawang utama.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Jumlah Pergantian Pemain dan Pemain Pengganti Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Dalam permainan Futsal terdapat beberapa peraturan-peraturan yang perlu untuk ditaati oleh setiap tim yang bertanding, salah satunya yaitu peraturan tentang berapa jumlah pergantian pemain disetiap pertandingan dan berapa pemain pengganti yang disediakan oleh setiap tim.


Jumlah pergantian pemain tidak terbatas selama pertandingan berlangsung. Dalam kompetisi resmi maksimal sembilan pemain pengganti, dapat digunakan dalam pertandingan yang dimainkan dalam kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi, atau asosiasi anggota.

Aturan kompetisi harus menyatakan berapa banyak pemain pengganti yang boleh disebutkan. Pertandingan lainnya Dalam pertandingan tim nasional tidak resmi, maksimal sepuluh pemain pengganti dapat digunakan.

Dalam semua pertandingan lainnya, jumlah pemain pengganti yang lebih banyak dapat disebutkan dan digunakan, dengan ketentuan bahwa tim yang bersangkutan mencapai kesepakatan tentang jumlah maksimum; dan wasit harus diberitahu sebelum pertandingan.

Jika wasit tidak diberitahu, atau jika tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum pertandingan, tidak lebih dari sepuluh pemain pengganti diperbolehkan.

Dalam semua pertandingan, nama-nama pemain dan pemain pengganti harus diberikan kepada wasit sebelum pertandingan dimulai, baik mereka hadir atau tidak. Setiap pemain atau pemain pengganti yang namanya tidak diberikan kepada wasit pada saat ini tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam pertandingan.

Materi Penjasorkes Lainnya: