Cara Melakukan Teknik Straight Leg Slide Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Sliding adalah sebuah gerakan yang dilakukan sebagai upaya untuk menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Tujuan sliding disini ialah untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut.


Pada umumnya terdapat 3 (tiga) jenis sliding dalam softball yang biasa dilakukan oleh pemain softball, salah satunya yaitu  Straight Leg Slide (teknik sliding lurus). Apa itu teknik Straight Leg Slide (teknik sliding lurus)? Straight Leg Slide adalah salah satu teknik slide yang dilakukan dengan cara meluncur ke base lurus dengan salah satu kaki terlebih dahulu.

Berikut ini cara selengkapnya dalam melakukan teknik sliding Straight Leg Slide (teknik sliding lurus), yaitu:
  1. Melakukan awalan dengan berlari sekencang-kencangnya lurus kedepan menuju base.
  2. Setelah mendekati base, tubuh dijatuhkan dengan dengan posisi salah satu kaki lurus ke depan dan kaki satunya ditekukkan ke dalam seperti sedang menendang.
  3. Posisi tangan saat meluncur berada dibawah dengan telapak tangan seolah-olah dijadikan sebagai rem.
  4. Saat kaki mencapai base, langsung berdiri.

Teknik Straight Leg Slide atau sliding lurus merupakan sliding yang paling mudah digunakan dibanding teknik sliding lainnya, sebab dengan awalan lari dengan kencang kemudian melakukan sliding lurus dengan salah satu kaki lurus dan kaki satunya ditekuk akan mempertahankan kecepan sehingga dengan cepat kaki kita akan menginjak base.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Cara Memegang Tongkat Pemukul Softball

Bagikan:

Untuk menunjang sebuah permainan softball, maka sangat perlu untuk mempersiapkan beberapa peralatan serta perlengkapan yang akan digunakan saat bertanding, salah satunya ialah tongkat pemukul atau stick atau bat. Tongkat pemukul atau stick ini berfungsi sebagai alat memukul bola softball yang digunakan oleh pemain dari tim penyerang atau pemukul.

Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan, di Indonesia organisasi resmi olahraga softball ialah PB PERBASASI yang menentukan panjang dari tongkat pemukul softball tidak lebih dari 86,5 cm. Tongkat pemukul atau bat biasanya terbuat dari aluminium, besi, dan kayu.

Untuk dapat memaksimalkan kekuatan pukulan maka setiap pemain harus menguasai beberapa teknik dasar dalam hal memukul bola, salah satu teknik dasar tersebut ialah teknik memegang tongkat pemukul atau stick atau bat dalam permainan softball. Setidaknya terdapat 3 cara memegang bat atau tongkat pemukul softball, yaitu pegangan bawah, pegangan tengah, dan pengangan atas.

Pegangan bawah yaitu tongkat pemukul atau stick dipegang dekat bonggol (knob) untuk meningkatkan kekuatan pegangan dan menambah kekuatan pukulan, pegangan tengah yaitu tongkat pemukul atau stick di posisi tangan bawah sekitar 2.5 - 5 cm dari knob untuk memperoleh kekuatan dan akurasi, pegangan atas yaitu stick dipegang dengan posisi tangan bawah diletakkan sekitar 7.5 - 10 cm dari knob untuk mengurangi kekuatan pukulan dan untuk mendapatkan control yang baik.


Selain jika dilihat dari cara atau teknik memukul bolanya, memegang tongkat pemukul atau bat softball dibedakan menjadi dua, yaitu cara memegang bat untuk pukulan ayunan atau swing dan cara memegang bat untuk pukulan menahan bola atau bunt. Pegangan untuk pukulan ayunan atau swing dilakukan dengan kedua tangan memegang di bagian bawah tongkat, fungsinya untuk mengeyun tongkat saat memukul bola sehingga bola jauh terpukul.

Sedangkan pegangan untuk pukulan menahan bola atau bunt dilakukan dengan salah satu tangan berada disebelah bawah tongkat pemukul dan tangan lainnya berada ditengah tongkat pemukul, fungsinya supaya bola yang dipukul jatuhnya tidak begitu jauh atau berada di antara pitcher dan catcher sehingga pemain lawan harus berlari lagi ke depan untuk mengambil bola.

Adapun cara melakukan teknik memukul bola pada umumnya yaitu sebagai berikut:
  1. Berdiri sikap melangkah, badan agak condong ke depan lutut dan pinggul rileks.
  2. Kayu pemukul/stik dipegang dengan kedua tangan di atas belakang bahu.
  3. Pandangan ke arah pitcher/pelambung
  4. Setelah bola dilemparkan pitcher, lakukan ayunan stik ke arah datangnya bola.
  5. Saat stik mau mengenai bola, lakukan pergerakan tangan dan bersamaan dengan itu tumit kaki belakang terangkat.
  6. Stik menyilang ke depan badan hingga berakhir di bahu sebelah kiri dan pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Posisi Pemain Penjaga Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pada dasarnya softball atau bisbol merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim atau regu, dimana masing-masing tim tersebut diperkuat oleh sembilan orang pemain. Dalam permainannya kedua tim tersebut dibagi menjadi tim pemukul atau ofensif dan tim penjaga atau defensif, tim ofensif bertugas untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya sedangkan tim defensif menghalangi tim ofensif dalam mencetak angka.


Untuk dapat menghalangi tim pemukul/penyerang (ofensif) dalam mendapatkan poin/angka sebanyak-banyaknya, setiap pemain tim bertahan harus dengan lugas dan cermat mematikan setiap pemain lawan yang akan mencetak angka. Maka dari itu penempatan pemain di posisi yang dikuasainya sangat penting dalam sebuah tim.

Terdapat lima posisi pemain penjaga pada permainan softball yang sangat fital dalam menahan tim lawan untuk mendapatkan poin atau angka dalam permainan softball, kelima posisi pemain penjaga tersebut antara lain fielder, baseman, shortstop, pitcher, dan catcher. Sebenarnya terdapat sembilan posisi pemain penjaga yang disesuaikan dengan jumlah pemain.

Pemain penjaga lainnya yaitu posisi fielder terbagi menjadi 3 yaitu left fielder, middle fielder, dan right fielder; sedangkan untuk posisi baseman atau penjaga base juga terbagi menjadi 3 yaitu first baseman atau penjaga base pertama, second baseman atau penjaga base kedua, dan third baseman atau penjaga base ketiga. Jadi jumlah pemain penjaga yaitu sembilan sama dengan jumlah pemain penjaga yang ada.

Untuk posisi kelima pemain penjaga dalam lapangan softball yaitu posisi fielder berposisi atau berada pada lapangan luar yaitu dibelakang base 2, dibelakang antara base 1 dan 2, dan dibelakang antara base 2 dan 3; Sedangkan posisi baseman berada pada base 1, base 2, dan base 3; Posisi shortstop berada pada lapangan bagian dalam didepan antara base 2 dan base 3.


Sementara itu posisi pitcher berada pada tengah lapangan tepatnya dalap pitcher plate untuk melempar bola softball ke pemain pemukul lawan; Dan catcher berada pada catcher box yang terdapat dibelakang pemain pemukul lawan untuk menangkap bola yang dilemparkan oleh pitcher yang tidak dapat dipukul oleh pemain lawan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Peralatan dan Perlengkapan yang Digunakan Pemain Softball

Bagikan:

Setiap olahraga mempunyai peraturan tersendiri mengenai peralatan dan peprlengkapan yang digunakan oleh pemain dalam menjalankan pertandingan, tidak terkecuali juga pada olahraga softball yang dimainkan oleh dua regu dengan sembilan orang pemain. Dalam softball terdapat beberapa peralatan dan perlengkapan yang wajib dikenakan dan digunakan saat bertanding.

Beberapa peralatan dan perlengkapan tersebut ialah helmet atau helem, glove atau sarung tangan, bat atau pemukul, bola, seragam, serta protektor untuk pemain yang berposisi sebagai catcher. Semua perlengkapan tersebut harus dan wajib dikenakan oleh setiap pemain softball, selain untuk pembeda dengan regu lain, perlengkapan juga dapat menjaga keamanan dan keselamatan.


Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai beberapa perlengkapan dan peralatan yang digunakan oleh setiap pemain softball, beserta fungsi-fungsinya bagi pemain itu sendiri.

1. Helmet

Helmet atau helem digunakan sebagai alat perlindungan untuk kepala, terlebih untuk pemain yang berposisi sebagai pemukul bola dan catcher. Dengan menggunakan helmet akan lebih aman lagi saat bebrmain sebab helmet ini akan menjaga pemain dari hantaman bola nyasar. Pada umumnya helmet softball dibedakan menjadi dua macam, yaitu Batting Helmet dan Catcher Helmet.

2. Glove

Glove atau sarung tangan merupakan salah satu perlengkapan yang wajib juga digunakan oleh pemain softball. Sarung tangan ini merupakan perlengkapan yang menutupi tangan sebagian maupun keseluruhan, pada umumnya sarung tangan berfungsi untuk melindungi tangan dari sesuatu atau berfungsi pula untuk mempermudah dalam menangkap bola.

Pada umumnya sarung tangan atau glove dalam softball terdapat tiga macam, yaitu glove softball yaitu, Finger glove, Catcher glove, dan First base mills.

3. Bat

Dalam olahraga softball tongkat yang digunakan untuk memukul bola disebut dengan bat, sedangkan pemain yang bertugas untuk memukul bola disebut dengan batter. Tongkat pemukul ini berfungsi untuk memukul bola yang dilemparkan oleh pitcher sejauh mungkin, Untuk dapat melakukan pukulan yang baik menggunakan bat maka seorang pemain softball perlu terus berlatih. Tongkat pemukul atau bat biasanya terbuat dari aluminium, besi, dan kayu, dengan panjang sekitar 86,5 cm.

4. Bola

Bola softball berbentuk bulat dan berwarna putih atau kuning, disetiap sisi bola dijahit dengan benang tebal, biasanya berwarna merah. Bola softball terbuat dari kulit sintesis atau synthetic leather.

Bola softball lebih besar dibandingkan dengan bola baseball, dengan ukuran keliling bola softball sekitar 27,9 - 30,5 cm dan berat bola softball sekitar 178,0 gram - 198,4 gram.

5. Catcher Protector

Catcher protektor atau pelindung tubuh khusus dipergunakan untuk pemain yang berposisi sebagai penangkap bola atau catcher. Pelindung tubuh untuk catcher ini meliputi helmet, sarung tangan, pelindung dada atau pelindung tubuh bagian depan hingga kebawah, serta pelindung kaki atau tulang kering.

6. Uniform / Seragam Pertandingan

Setiap pemain pada suatu tim atau regu wajib untuk memakai seragam atau uniform yang berbeda dengan tim lainnya, uniform atau seragam ini berupa topi, baju, tshirt, dan celana yang sama design, bentuk potongan, warna dasar/kombinasi.

Pada Uniform harus tercantum nama tim/club dibagian muka dan Nomor Punggung dibagian belakang yang tetap untuk setiap pemain. Biasanya dalam pertandingan softball Home Team menggunakan uniform warna gelap, Visiting Team menggunakan uniform warna terang.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Penjaga Gawang Memegang Bola

Bagikan:

Karena tujuan batasan waktu ini adalah untuk menjaga tempo pertandingan supaya mencegah pemborosan waktu, maka perlu untuk adanya pembatasan waktu untuk penjaga gawang saat menguasai bola dengan tangan. Jika batas waktu ini terlewatkan maka bola akan diberikan ke tim lawan untuk tendangan sudut.


Tendangan sudut diberikan jika seorang penjaga gawang, di dalam area penaltinya, mengontrol bola dengan tangan/lengannya selama lebih dari delapan detik sebelum melepaskannya. Seorang penjaga gawang dianggap mengontrol bola dengan tangan/lengannya ketika:

  1. Bola berada di antara tangan/lengannya atau di antara tangan/lengannya dan permukaan apa pun (misalnya, tanah, tubuhnya sendiri).
  2. Memegang bola dengan tangan terbuka yang terentang.
  3. Memantulkannya di tanah atau melemparkannya ke udara.

Wasit akan memutuskan kapan penjaga gawang mengontrol bola dan delapan detik dimulai dan akan menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan tangan terangkat. Seorang penjaga gawang tidak dapat diganggu oleh lawan ketika mengontrol bola dengan tangan/lengannya.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Pergantian Pemain Dalam Permaina Sepak Bola

Bagikan:

Aturan ini berkaitan dengan diharuskannya pemain pengganti untuk meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan. Adapun prosedur dalam peraturan baru ini ialah:

Setelah papan pergantian pemain ditampilkan atau, jika tidak ada papan pergantian pemain, wasit memberi isyarat untuk melakukan pergantian pemain, pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik di titik terdekat pada garis batas, kecuali jika ditunjukkan sebaliknya oleh wasit.


Wasit dapat menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan mengangkat tangan; hitungan mundur visual ini dapat disertai dengan hitungan mundur verbal jika sesuai.

Jika pemain yang diganti belum meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik maka pemain tetap harus meninggalkan lapangan secepat mungkin, akan tetapi pemain pengganti tidak diperbolehkan memasuki lapangan dan permainan dimulai kembali.

Pergantian pemain tidak dapat dibatalkan atau pemain pengganti diganti, pemain pengganti hanya boleh memasuki lapangan pada penghentian pertama setelah satu menit berlalu setelah dimulainya kembali permainan dan setelah menerima sinyal dari wasit.

Satu menit dihitung menggunakan jam berjalan dan ditentukan oleh wasit, yang dapat dibantu oleh petugas pertandingan lainnya. Jika lebih dari satu pergantian pemain dilakukan selama penghentian permainan, semua pemain yang diganti harus keluar dari lapangan dalam waktu sepuluh detik setelah papan pergantian pemain ditampilkan atau sinyal diberikan untuk pergantian pemain terakhir; papan atau sinyal tidak boleh tertunda antara pergantian pemain yang dilakukan selama penghentian permainan yang sama.

Jika sepuluh detik terlampaui dan pemain pengganti dicegah memasuki lapangan, pemain yang diganti hanya akan diberi peringatan (kartu kuning) jika penundaan tersebut berlebihan.

Wasit dapat memutuskan untuk tidak menerapkan batas waktu sepuluh detik, termasuk ketika cedera pemain jelas mencegah mereka meninggalkan lapangan dalam waktu tersebut; dan pemain tidak dapat meninggalkan lapangan di titik terdekat pada garis batas karena alasan keselamatan atau keamanan.

Karena tujuan hitung mundur adalah untuk menjaga tempo pertandingan dengan mencegah pemborosan waktu, jika pemain yang diganti sangat dekat dengan atau melewati garis batas saat wasit mencapai akhir hitung mundur, pemain pengganti harus diizinkan untuk memasuki lapangan permainan

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Batas Waktu Lemparan kedalam dan Tendangan Gawang Dalam Pertandingan Sepak Bola

Bagikan:

Aturan baru ini berkaitan dengan hitungan mundur lima detik dalam lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Peraturan ini untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan saat lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika batas waktu terlampaui, ada konsekuensi yang adakn didapat oleh tim yang melakukan kesalahan tersebut.


Prosedur dalam aturan batas waktu ini ketika wasit menentukan bahwa lemparan ke dalam atau tendangan gawang sengaja ditunda oleh tim yang mengambil tendangan gawang:

  1. Wasit dapat menggunakan peluit dan atau suara mereka untuk menunjukkan bahwa pemain harus segera memulai/tidak menunda tendangan gawang.
  2. Untuk memulai hitungan mundur lima detik (yang dapat dimulai tanpa isyarat di atas), wasit akan:
    • meniup peluit.
    • memberi isyarat dengan jelas menggunakan tangan/lengan mereka agar tendangan gawang diambil.
    • menghitung mundur secara visual dari lima detik dengan tangan terangkat; Hitungan mundur visual ini dapat disertai dengan hitungan mundur verbal jika sesuai.
  3. Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan:
    • memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan, yang akan diambil dari posisi yang sama dengan lemparan ke dalam awal; atau.
    • memberikan tendangan sudut kepada tim lawan di sisi lapangan yang paling dekat dengan tempat tendangan gawang akan diambil.
  4. Jika tendangan gawang diberikan kepada tim lawan, peringatan (kartu kuning) hanya berlaku jika pemain atau rekan satu tim kemudian terlalu lama menunda tendangan gawang oleh tim lawan.

Protokol hitung mundur pada lemparan ke dalam dan tendangan gawang ialah, Wasit tidak perlu menunggu pemain menguasai bola untuk memulai hitungan mundur lima detik. Hitungan mundur juga dapat dimulai jika pemain sengaja menyebabkan penundaan dengan:

  1. Mengambil bola dengan lambat
  2. Mengambil posisi yang salah saat lemparan ke dalam
  3. Menempatkan bola pada posisi yang salah saat tendangan gawang

Karena tujuan hitungan mundur adalah untuk menjaga tempo pertandingan dengan mencegah pemborosan waktu saat lemparan ke dalam dan tendangan gawang, pemain tidak boleh dihukum jika mereka sedang dalam proses

Materi Penjasorkes Lainnya:

Aturan Baru Batas Waktu Dalam Permainan Sepak Bola

Bagikan:

Terdapat beberapa peraturan-peraturan baru yang akan diterapkan oleh FIFA dalam pertandingan sepak bola yang resminya pada pertandingan Piala Dunia 2026. Akan tetapi peraturan baru ini sudah diperkenalkan atau diterapkan pada pertandingan fifa Match Day.

Beberapa peraturan baru tersebut mengenai batas waktu, di aturnya peraturan mengenai batas waktu ini dilakukan agar setiap pemain tidak lagi mengulur-ngulur waktu saat pertandingan berlangsung supaya pertandingan bisa dinikmati.

Sebelumnya peraturan mengenai waktu ini sudah diterapkan pada penambahan perpanjangan waktu yang bisa mencapai diatas 5 menit bahkan 10 menit tergantung pada berapa lama pertandingan berhenti karna beberapa hal. Adapun aturan baru batas waktu dalam pertandingan sepak bola yaitu sebagai berikut.


1. Batas Waktu Kiper Memegang Bola

Tendangan sudut diberikan jika seorang penjaga gawang, di dalam area penaltinya, mengontrol bola dengan tangan/lengannya selama lebih dari delapan detik sebelum melepaskannya. Seorang penjaga gawang dianggap mengontrol bola dengan tangan/lengannya ketika:

  • Bola berada di antara tangan/lengannya atau di antara tangan/lengannya dan permukaan apa pun (misalnya, tanah, tubuhnya sendiri)
  • Memegang bola dengan tangan terbuka yang terentang
  • Memantulkannya di tanah atau melemparkannya ke udara

Wasit akan memutuskan kapan penjaga gawang mengontrol bola dan delapan detik dimulai dan akan menghitung mundur lima detik terakhir secara visual dengan tangan terangkat. Seorang penjaga gawang tidak dapat diganggu oleh lawan ketika mengontrol bola dengan tangan/lengannya.

2. Batas Waktu Lemparan ke dalam

Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan, yang akan diambil dari posisi yang sama dengan lemparan ke dalam awal.

3. Batas Waktu Tendangan Gawang

Jika bola tidak dalam permainan pada akhir hitungan mundur lima detik, wasit akan memberikan tendangan sudut kepada tim lawan di sisi lapangan yang paling dekat dengan tempat tendangan gawang akan diambil.

4. Batas Waktu Pergantian Pemain

Mengharuskan pemain pengganti untuk meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik untuk mencegah pemborosan waktu dan gangguan pada tempo pertandingan. Jika pemain yang diganti belum meninggalkan lapangan dalam waktu sepuluh detik, pemain pengganti tidak diperbolehkan memasuki lapangan.

Pemain pengganti hanya boleh memasuki lapangan pada penghentian pertama setelah satu menit berlalu setelah dimulainya kembali permainan dan setelah menerima sinyal dari wasit.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Ukuran Base, Home Plate, Pitcher Plate, Batter Box dan Catcher Box Pada Lapangan Permainan Softball

Bagikan:

Seperti pada olahraga lainnya, terdapat beberapa perlengkapan yang perlu di sediakan sebelum memainkan permainan softball. Salah satu perlengkapan tersebut ialah lapangan softball, lapangan softball berbentuk berlian segi empat atau diamond.


Pada bagian dalam lapangan softball terdapat beberapa tanda yang diberikan sebagai penambah perlengkapan pada lapangan softball. Beberapa tanda tersebut diantaranya base atau marka sebagai tempat hinggapnya pemain setelah melakukan pukulan, home plate sebagai tempat awal dan tempat akhirnya, pitcher plate sebagai tempat seorang pemain pelempar melempar bola.

Terdapat juga batter dan catcher box sebagai tempat pemain dan penangkap bola berada. Untuk membuat tanda-tanda tersebut tidaklah sembarangan, perlu untuk memperhatikan ukuran yang pas dan ukuran-ukuran ini telah ditentukan oleh Federasi Softball Dunia dibawah naungan ISF. Untuk itu berikut ini akan kami berikan ukuran lengkap dari Base, Home Plate, Pitcher's Plate, Batter's Box dan Catcher's Box.

Base atau marka dalam lapangan softball berjumlah 4 termasuk home plate, base tersebut diberi nomor berlawanan dengan jarum jam atau dari kanan ke kiri yaitu base satu (first base), base dua (second base), dan base tiga (third base). Base ini mempunyai bentuk segi empat dengan ukuran 38 cm x 38 cm dan tingginya 11 cm - 13 cm.

Home plate atau baisa juga disebut dengan base ke empat merupakan base yang terdapat pada awal melakukan pukulan dan akan berakhir disitu juga setelah melewati ketiga base lainnya. Home plate berbeda dengan base lainnya karena berbentuk persegi lima terbalik dengan ukuran 45 cm x 22 cm x 31,8 cm.

Pitcher plate merupakan salah satu marka dimana marka ini merupakan tempat seorang pitcher atau pelempar bola melakukan lemparan. Pitcher plate berada dalam lingkaran atau pitching point, berbentuk persegi panjang dengan ukuran 60,96 cm x 15,24 cm.

Batter box dan Catcher box merupakan wilayah dari kedua pemain tersebut (batter dan catcher) dalam wilayah ini terdapat beberapa marka yaitu home plate, tempat memukul, dan tempat penangkap bola. Bentuk batter's box persegi panjang dan terdapat dua kiri dan kanan, dengan ukuran 1 m x 2,2 m. Sedangkan ukuran catcher box berbentuk persegi terletak di belakang batter box dengan ukuran 3,05 m x 3,05 m.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Cara Mendapatkan Poin Dari Run dan Home Run Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Dalam beberapa peraturan, olahraga softball tidak jauh berbeda dengan olahraga baseball. Pada kedua olahraga ini dikenal dua istilah dalam perhitungan poin atau skor, yaitu istilah Run dan Home Run. Run merupakan skor yang didapat oleh pelari atau runner dengan melewati setiap base dengan diselingin pukulan.


Sementara itu Home Run merupakan skor atau poin yang didapat oleh pemukul dengan melakukan pukulan yang baik sehingga pemukul tersebut dapat lari melewati semua base dengan selamat. Adapun cara mendapatkan run dan home run dalam permainan softball serta perhitungan pemberian skor akan kita bahas berikut ini.

Cara mendapatkan run dan home run telah kita singgung pada awal postingan ini, run atau skor dihasilkan dengan cara melewati setiap base dengan diselingi pukulan dari temannya. Setiap base yang di singgahi pemain tersebut akan mendapatkan run atau skor 1, sehingga jika pemain itu dapat kembali ke home plate dengan aman maka akan mendapat total run atau skor 3.

Adapun cara mendapatkan Home run yaitu dengan cara melakukan pukulan yang sempurna, jauh melewati lapangan dan sulit untuk ditangkap dan dikembalikan oleh pemain bertahan, sehingga pemain pemukul tadi dapat dengan mudah melewati setiap base secara langsung dan kembali ke home plate dengan selamat tanpa diselingi oleh pemukul berikutnya. Skor yang didapat ialah 6.

Untuk mendapatkan run dan home run dalam softball setiap pemain perlu melatih teknik dasar, seperti teknik dasar berlari, teknik dasar sliding, dan teknik dasar memukul bola. Ketiga teknik dasar tersebut sangat berperan dalam terciptanya skor run dan home run dalam pertandingan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Helmet atau Helm yang Digunakan Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Selain sarung tangan atau biasa disebut glove yang wajib digunakan oleh pemain softball saat bertanding, terdapat pula satu perlengkapan lainnya yang wajib untuk digunakan walaupun tidak semua pemain yang bertanding menggunakannya. Perlengkapan tersebut ialah helmet atau helm.

Memang tidak semua pemain yang bertanding dalam permainan softball menggunakan helmet atau helm, jika kita menyaksikan pertandingan softball pemain penjaga serta pemain yang melambungkan bola hanya menggunakan topi sebagai pelindung kepala. Hanya Batting serta Catcher yang menggunakan helmet saat bermain.

Helmet yang digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai pemukul bola atau batting dan penangkap bola atau catcher berfungsi untuk melindungi kepala mereka dari terjangan bola yang dilambungkan atau dilemparkan oleh pitcher atau pemain pelempar bola. Kiranya bola yang dilempar atau dilambungkan tersebut tidak sengaja mengarah ke bagian kepala pemain.

Pada umumnya terdapat dua jenis atau macam helmet yang digunakan dalam permainan softball, yaitu Batting Helmet, helm ini wajib dipakai oleh setiap pemain pada saat memukul bola dan saat menjadi pelari di base; dan jenis helm yang kedua yaitu Catcher Helmet wajib dikenakan oleh setiap catcher pada waktu bertugas dilapangan,baik waktu melakukan pemanasan maupun pada waktu pertandingan.

Perbedaan dari kedua helmet atau helm tersebut sangat jelas jika kita perhatikan, batting helmet mempunyai bentuk seperti topi dengan pelindung kepala belakang serta pelindung telinga. Sementara itu catcher helmet lebih aman lagi yaitu dengan tambahan pelindung wajah hingga ke bawah mirip dengan helm motor cross (perhatikan gambar diatas).

Materi Penjasorkes Lainnya:

Sarung Tangan atau Glove yang Digunakan Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Softball merupakan olahraga perpaduan antara teknik memukul, melempar, menangkap, dan berlari, maka dari itu untuk memainkan olahraga ini diperlukan beberapa perlengkapan yang harus dikenakan oleh setiap pemainnya. Salah satu perlengkapan yang sangat wajib untuk dimiliki oleh setiap pemain softball kkecuali pemain pemukul ialah sarung tangan atau glove.


Sarung tangan atau glove ini sangat membantu pemain dalam hal menangkap bola yang dilempar oleh teman atau bola hasil pukulan dari pemain lawan, dengan menggunakan glove tangan dengan mudah mencengkeram bola sebab ukuran glove yang lebih besar dari telapak tangan sehingga bola tidak akan lolos, dengan syarat teknik menangkap bola sudah bagus.

Pada umumnya sarung tangan atau glove dalam permainan softball digunakan oleh pemain penjaga, sarung tangan ini biasanya dibedakan menjajdi tiga (3). Perbedaan sarung tangan ini ditentukan oleh posisi pemain yang menggunakan sarung tangan atau glove tersebut, 3 macam sarung tangan atau glove softball yaitu, Finger glove, Catcher glove, dan First base mills.

Finger glove biasanya digunakan oleh semua pemain lapangan; Catcher glove biasanya digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai catcher; Sedangkan First base mills biasanya digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai penjaga base pertama. Sarung tangan atau glove softball selalunya terbuat dari kulit agak tebal agar kuat dan tahan lama. Sarung tangan softball berukuran 38 × 38 cm dan beratnya 283 gram.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Istilah Taktik The Steal Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Salah satu keberhasilan dalam mendapatkan skor pada permainan softball ialah dengan menguasai teknik dasarnya, selain teknik dasar taktik menyerang juga dapat menjadi faktor yang menentukan sebuah tim softball dapat memenangkan sebuah permainan. Untuk menerapkan taktik menyerang yang jitu, setiap pemain perlu untuk mempunyai kejelian dalam melihat posisi pemain penjaga serta teman yang berada pada base.


Pada umumnya taktik penyerangan dalam permainan softball diawali oleh pemain pemukul, bisa dibilang setiap pemain yang melakukan pukulan merupakan penentu dari sebuah taktik menyerang yang akan dilakukan. Takti penyerangan dalam permainan softball yang dilakukan oleh pemain pemukul haruslah untuk melindungi atau mempermulus teman yang berada pada base untuk maju ke base berikutnya.

Salah satu taktik menyerang yang biasanya dilakukan oleh regu penyerang dalam olahraga softball ialah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola dari pitcher. Dengan segera melompat meninggalkan base, di samping itu ditunjang kemampuan sliding untuk meraih base yang dituju. Taktik ini biasa disebut dengan The steal atau mencuri base.

Taktik ini yang paling berperan ialah pemain yang berada di base, akan tetapi pukulan dari batter juga menentukan keberhasilan taktik ini apabila batter melakukan pukulan yang baik dan susah untuk ditangkap oleh pemain penjaga.  Dipihak lain steal akan berhasil lebih baik dengan bantuan batter mengganggu catcher, sehingga bola yang dilepas oleh pitcher tidak tertangkap oleh catcher.

The steal dapat dilakukan lebih dari satu orang, seperti berikut ini.

  1. Single steal dilakukan bila hanya ada satu orang pelari yang melakukan stealing dari satu base ke base berikutnya sewaktu pitcher melakukan pitching.
  2. Double steal dilakukan bila terdapat dua pelari pada dua base melakukan stealing. Stealing tidak bermanfaat jika tim ketinggalan lebih dari satu angka, telah mati 2.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Tie Break Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Saat ini olahraga softball sudah sangat berkembang dan banyak dimainkan di oleh banyak negara, tak terkecuali di Indonesia. Akan tetapi di Indonesia olahraga ini kurang diminati oleh masyarakat, hanya di kota-kota besar saja olahraga softball dimainkan, berbeda dengan olahraga kasti yang mirip dengan softball.


Bagi orang yang masih baru, istilah-istilah yang terdapat dalam permainan softball masih belum dikenali. Ada sebuah istilah yang sering digunakan saat dalam pertandingan softball, istilah tersebut ialah Tie Break. Apa itu tie break? ternyata tie break merupakan sebuah peraturan yang digunakan saat terjadi skor imbang atau sama (tie).

Dalam sebuah pertandingan softball memainkan sampai 7 inning atau babak, dan apabila pertandingan sudah berlangsung 7 innings penuh dan hasil pertandingan masih sama (tie), maka pertandingan akan dilanjutkan dengan mengunakan peraturan “tie breaker”.

Peraturan tie break ini ialah penambahan inning tambahan yang dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Pada permulaan pertandingan, tim yang menjadi tuan rumah (home team) mendapat giliran melempar, sedangkan tim tamu (visitor) mendapat giliran memukul.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Run dan Home Run Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing yang bertanding beranggotakan sembilan orang pemain. Dalam permainan softball salah satu tim bertindak sebagai tim penjaga dan satu tim lainnya bertindak sebagai tim penyerang atau pemukul. pergantian posisi tim ini akan dilakukan setelah tim penyerang atau pemukul mendapat 3 kali out.

Olahraga softball dan olahraga Baseball mempunyai banyak kesamaan, salah satunya ialah dalam hal istilah. Beberapa istilah dalam kedua olahraga ini sama digunakan, dalam olahraga softball dan baseball dikenal dua istilah dalam pemberian angka atau skor, istilah tersebut ialah Run dan Homme Run. Apa itu Run dan Home Run?


Run ialah istilah yang digunakan dalam permainan softball untuk menyebut angka atau skor yang didapat oleh seorang runner atau pelari dengan melewati semua base dengan diselingi pukulan dari pemain lainnya. Sedangkan Home Run ialah angka atau skor yang didapat oleh seorang pemain dengan melewati semua base tanpa diselingi pukulan lain.

Bagaimana cara menghasilkan Run atau angka? Skor atau run dihasilkan dari seorang runner berlari menginjak semua marka secara berurutan dan kembali menginjak home plate. Setiap pelari yang berhasil mengelilingi dan menginjak home plate mendapat satu angka.

Sedangkan cara menghasilkan Home Run ialah dengan memukul sekeras-kerasnya bola hingga keluar lapangan atau bola yang dipukul tidak dapat ditangkap dan dikembalikan oleh pemain penjaga sehingga pemain pemukul tersebut dengan aman menginjak semua base dan home plate.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Inning Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Softball merupakan olahraga bola kecil yang dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim atau regu beranggotakan 9 orang pemain. Dalam permainan softball kedua tim atau regu tersebut dibagi menjadi dua yaitu tim bertahan defensif dan tim menyerang atau ofensif.

Adapun tujuan dari tim bertahan atau ofensif ialah berusaha untuk mematikan batter dan runner pemain lawan agar tidak dapat mencetak angka atau run, sedangkan tujuan dari tim penyerang ialah berusaha untuk mencetak run atau angka sebanyak-banyaknya dengan berlari sekencang-kencangnya melewati base atau memukul bola sejauh-jauhnya.


Dalam permainan softball dikenal beberapa istilah yang mungkin untuk orang yang baru mengenal softball tidak begitu familiar, yaitu istilah inning. Apa itu inning? Inning sama dengan babak pada olahraga lainnya, dalam softball inning ini berjumlah 7 dan setiap inningnya tim yang mendapat giliran memukul mendapat kesempatan 3 kali mati (out) sebelum giliran memukul digantikan tim yang bertahan.

Jadi tim pemukul atau menyerang berusaha supaya mencetak run sebanyak-banyak sebelum dimatikan oleh tim penjaga, sementara itu tim penjaga berusaha untuk mematikan pemain pemukul dengan cara mematikan pemain pemukul lawan dan pemain yang berlari ke base sebanyak 3 kali untuk mendapat giliran memukul dan mencetak skor.

Jika dalam inning yang ditentukan waktu sudah habis dan kedua belah tim dalam keadaan seri, inning tambahan dimainkan sampai salah satu tim keluar sebagai pemenang. Kondisi itu disebut dengan istilah tie break atau seri.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Taktik Sacrifice Fly Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Jika dilihat dari cara bermainnya, pasti sebagian orang tidak akan mengetahui bahwa permainan softball juga memerlukan sebuah taktik dan strategi untuk memenangkan sebuah pertandingan. Bagi tim penyerang atau ofensif akan menerapkan taktik untuk menghasilkan skor sebanyak-banyaknya, sedangkan untuk tim bertahan atau defensif akan menerapkan taktik untuk menahan tim penyerang.

Khusus untuk taktik penyerangan tim ofensif dikenal beberapa istilah taktik yang biasa dilaukan dalam permainan softball, salah satunya taktik yang biasa diistilahkan dengan sebutan Sacrifice Fly. Sacrifice Fly merupakan taktik atau usaha yang dilakukan untuk memberikan kesempatan pelari yang berada pada base untuk meninggalkan basenya dan jika ada kesempatan berlari ke homebase.


Taktik Sacrifice Fly ini dilakukan atau dijalankan oleh pemain yang bertugas sebagai pemukul bola atau batter, pemain pemukul bola ini dalam menjalankan taktik Sacrifice Fly harus memukul bola sejauh-jauhnya hingga melewati pemain penjaga lapangan belakang sehingga sulit untuk di tangkap, biasanya pukulan yang baik ialah pukulan yang membuat bola keluar lapangan.

Pukulan ini sangat tepat dilakukan pada saat pertandingan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi dua mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain pada base 3, atau base 2 dan base 1. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang batter yang baik karena harus memukul bola melambung ke arah outfielder.

Ketika bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base. Jika kemungkinan bola tidak tertangkap fielder, pelari dapat langsung menuju base di depannya/ home. Akan tetapi, bila diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Taktik Hit and Run Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Dalam permainan softball dikenal beberapa taktik penyerangan yang biasanya digunakan oleh regu yang mendapat giliran memukul atau menyerang, seperti pada olahraga lainnya, taktik penyerangan dilakukan ditujukan untuk mendapatkan skor sebanyak-banyaknya. Tidak terkecuali pada olahraga softball, dalam softball, taktik penyerangan dilakukan untuk menyelamatkan teman yang berada pada base untuk berlari hingga menghasilkan poin.


Taktik penyerangan ini, selalunya dilakukan oleh pemain pemukul atau batter, seorang batter pada saat akan melakukan taktik penyerangan perlu jeli dalam melihat posisi penjaga untuk mengarahkah bola kelapangan yang sulit dijangkau oleh pemain penjaga. Lebih baik lagi jika dapat memukul bola hingga keluar dari lapangan, akan tetapi hal itu sulit untuk dilakukan.

Salah satu taktik yang biasanya digunakan oleh batter dalam permainan softball ialah dengan melakukan sebuah siasat untuk membantu agar base runner dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat, taktik ini diistilahkan dengan Hit and run atau pukul dan lari. Keuntungan hit and run adalah memungkinkan tidak terjadinya out dapat membantu mencapai base di depannya.

Taktik hit and run dapat dipergunakan dalam situasi tim telah unggul satu angka dan sebelum terjadi 2 out. Hit and run dikatakan berhasil bila dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3. Kemudian atas bantuan batter berikutnya dapat mencapai home base dengan selamat.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Arti Istilah Taktik Sacrifice Bunt Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Olahraga softball atau biasa juga disebut dengan sofbol merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim dimana masing-masing tim beranggotakan sembilan orang pemain. Dua tim ini dibedakan menjadi tim penyerang atau ofensif dan tim bertahan defensif, tim penyerang akan berusaha untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya sedangkan tim defensif berusaha untuk menggalkannya.

Untuk mendapatkan poin atau skor, tim penyerang biasanya melakukan bebrapa strategi atau taktik dalam menyerang. Biasanya dengan melakukan pukulan terhadap bola sejauh mungkin hingga sulit untuk ditangkap oleh pemain penjaga, salah satu teknik pukulan yang baisanya digunakan ialah teknik pukulan menahan bola atau pukulan bunt.


Dalam taktik penyerangan pada permainan softball, seorang pemain penyerang yang akan melakukan pukulan perlu untuk cermat dalam melihat posisi teman pada base, hal ini akan menentukan arah bola yang akan dia pukul.

Salah satunya ialah usaha batter atau pemain pemukul bola melakukan pukulan ke arah base 1, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya, taktik ini biasa diistilahkan dengan Sacrifice bunt.

Adapun cara melakukan taktik pukulan Sacrifice bunt adalah:

  • Jika ada pelari pada base 1 agar dapat mencapai base 2 maka batter mengarahkan pukulan ke arah base 1. Dengan demikian memaksa penjaga base 1 mengejar bola bunt tersebut sehingga pelari pada base 1 dapat selamat mencapai base 2;
  • Apabila ada pelari pada base 1 dan 2 maka bunt diarahkan pada base 3. Sehingga penjaga base 3 terpaksa memungut bola dengan harapan tidak terjadi force play ataupun Double play. Dengan demikian, pelari pada base 1 dan base 2 dapat melanjutkan ke base berikutnya.

Sementara itu, untuk melakukan pukulan bunt atau pukulan menahan bola dalam permainan softball caranya sebagai berikut.

  • Putar posisi badan dari posisi siap memukul untuk melaukan bunt menghadap pelempar (pitcher) dengan posisi kaki tetap berada di batter box.
  • Pegang stick dengan ujung tangan diantara jari telunjuk dan ibu jari, sedangkan jari-jari lain dilipat disekitar stick.
  • Tempatkan pemukul sama tinggi di depan berhadapan dengan pelempar (pitcher).

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tugas Tim Ofensif Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Olahraga softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim dimana masing-masing tim yang bertanding diperkuat oleh sembilan orang pemain. Dalam permainannya, kedua tim tersebut dibagi dua tim penjaga atau defensif dan tim penyerang atau ofensif. Saat mendapat giliran sebagai tim penyerang atau ofensif, tim tersebut harus berusaha untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya.

Mendapatkan poin sebanyak-banyaknya saat mendapat giliran menyerang merupakan tugas utama dari tim ofensif pada permainan softball, sebab jika mendapat giliran sebagai tim penjaga maka tidak ada kesempatan lagi untuk mencetak angka karena fokus untuk bagimana menghambat tim lawan dalam mencetak angka atau skor.


Tim yang mendapat giliran sebagai tim penyerang atau ofensif semua pemainnya berposisi sebagai pemukul, disinilah taktik atau strategi penyerangan bisa dilakukan. Taktik penyerangan adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapat giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan.

Terdapat beberapa taktik penyerangan yang biasanya dilakukan pemain pada tim ofensif untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya, taktik ini dilakukan pada saat setelah tongkat pemukul mengenai bola. Adapun taktik penyerangan yang dapat digunakan oleh pemain tim ofensif dalam permainan softball adalah:

Pukulan tanpa ayunan (sacrifice bunt)

Sacrifice bunt adalah usaha batter melakukan pukulan ke arah base 1, pitcher atau base ketiga dengan tujuan untuk membantu pelari menuju base di depannya.

Pukul dan lari (hit and run)

Hit and run adalah siasat yang dilakukan oleh batter untuk membantu agar base runner dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Keuntungan hit and run adalah memungkinkan tidak terjadinya out dapat membantu mencapai base di depannya.

Mencuri base (the steal)

The steal adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola dari pitcher. Dengan segera melompat meninggalkan base, di samping itu ditunjang kemampuan sliding untuk meraih base yang dituju.

Pukulan melayang (sacrifice fly)

Pukulan ini sangat tepat dilakukan pada saat pertandingan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi dua mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain pada base 3, atau base 2 dan base 3. Pukulan melayang harus dilakukan oleh seorang batter yang baik karena harus memukul bola melambung ke arah outfielder.

Karena tugas tim ofensif pada permainan softball mencetak poin atau angka sebanyak-banyaknya maka menggunakan taktik atau strategi menyerang merupakan hal yang harus dilakukan. Taktik atau strategi ini harus dilatih secara rutin agar saat melakukan pertandingan bisa diterapkan dengan lancar tanpa kegagalan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pemain yang Bertugas Sebagai Pelambung Bola Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa olahraga softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim dimana setiap tim yang bertanding beranggotakan sembilan orang pemain. Dalam permainannya kedua tim ini dibagi dua, satu tim mendapat giliran sebagai pemukul dan tim lainnya mendapat giliran sebagai penjaga.

Saat mendapat giliran sebagai tim penjaga, setiap pemain menempati posisi sesuai dengan keahliannya. Dalam permainan softball terdapat sembilan posisi yang ditempati oleh setiap pemain, salah satunya ialah pemain yang berposisi sebagai pelambung atau pelempar bola.

Pemain yang bertugas sebagai pelambung bola atau pelempar bola dalam permainan softball dinamakan dengan Pitcher, pemain ini berposisi atau berada di daerah khusus seorang pitcher yang biasanya disebut dengan pitcher’s plate.

Pitcher’s plate berbentuk lingkaran dimana jika seorang pitcher saat melambungkan atau melempar bola ke pemain pemukul tidak boleh keluar dari daerah tersebut. Dalam menempati posisinya seorang pitcher harus mengikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Menghadap lurus ke arah pemukul dengan kedua kaki menginjak kaki tempat pitcher (pitcher’s plate).
  2. Posisi bahu sejajar dengan base I dan base III, dengan kedua tangan memegang bola.
  3. Dalam melakukan lemparan, untuk pemain yang tidak kidal, kecepatannya bertumpu pada bola dengan melenturkan pergelangan tangan secara tajam selagi tangan melewati paha kanan di bawah pinggang ketika bola dilepaskan.
  4. Pada lambungan terakhir, tangan berada di bawah pinggang dan pergelangan tangannya tidak terlalu jauh dari badan dibanding sikunya.

Seorang pitcher harus mempunyai lemparan yang cepat agar pemain pemukul lawan tidak mudah memukul bola yang dilempar atau dilambungkan. Oleh karena itu, mempunyai lengan yang panjang, lentur, dan kuat merupakan nilai plus seorang pitcher. Berikut ini tugas-tugas seorang pitcher.

  1. Melempar bola terhadap pemukul/batter.
  2. Membantu tugas pemain yang menempati posisi di belakang home plate.
  3. Menjaga base I ketika penjaga base I (first baseman) mengambil bola.
  4. Membantu menjaga area di belakang base II dan base III, ketika ada lemparan dari outfield.
  5. Membantu penjagaan jika ada lemparan ke arah home plate.

Selain memiliki lengan yang lentur dan kuat, pemain yang bertugas sebagai pelambung bola diharuskan untuk menguasai beberapa teknik dasar yang yang berhubungan dengan posisi sebagai pelambung bola. Teknik dasar tersebut yaitu teknik dasar melempar bola dan teknik dasar memegang bola.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tugas First Baseman Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Softball atau biasa juga disebut dengan Sofbol merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim atau regu dimana masing-masing tim beranggotakan sembilan orang pemain. Dalam memainkan permainan ini salah satu tim mendapat giliran sebagai tim penjaga atau bertahan sedangkan tim lainnya sebagai tim pemukul atau penyerang.

Khusus untuk tim yang mendapat giliran sebagai penjaga, pemain-pemain yang ada menempati posisi didalam lapangan berdasarkan keahlian yang dikuasai. Misalnya posisi sebagai pelambung bola atau pitcher, pemain yang berposisi sebagai pitcher mesti mempunyai keahlian khusus yaitu melambungkan atau melempar bola dengan baik sehingga pemain lawan tidak mudah untuk memukul bolanya.


Nah satu lagi posisi yang paling penting dalam tim penjaga ialah posisi sebagai penjaga base, terdapat tiga pemain yang menjaga base dalam permainan softball salah satunya ialah first baseman atau penjaga base pertama. First Baseman merupakan posisi yang ditempati oleh pemain untuk menjaga base pertama atau satu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang first baseman yaitu:

  1. Konsentrasi terhadap gerak bola dan merentangkan sarung tangan untuk bersiap-siap menangkap bola.
  2. Ketika bola datang first baseman melangkah maju dengan kaki terdekat. Kaki belakang tetap menempel pada base.
  3. Berusaha menjangkau bola, menangkap, dan menggerakkan kaki dari base secepat mungkin.
  4. Meninggalkan base untuk menangkap bola yang lambat, karena lemparannya yang kurang bagus.

Pemain yang berposisi sebagai first baseman mempunyai tugas utama yaitu menangkap bola yang dilempar maupun yang dipukul ke arahnya sebelum pemain pemukul menyentuh base pertama. Adapun tugas-tugas lainnya dari first baseman antara lain:

  1. Menjaga base I dan menangkap bola yang dipukul atau dilempar ke area tersebut.
  2. Membuat force out (mati terpaksa) pemain lawan. Caranya dengan menyentuh base pertama atau melempar bola pada pemain lain yang menjaga base I. Cara lain adalah dengan melempar bola pada base II.
  3. Menghentikan pemain pada home plate.
  4. Membantu menjaga belakang pada base II.
  5. Melanjutkan lemparan dari lapangan sisi kanan.

Untuk menjadi seorang pemain yang berposisi sebagai penjaga base pertama atau first baseman perlu kiranya untuk menguasai beberapa teknik dasar yang diperlukan dalam menjalankan tugas sebagai first baseman. Teknik dasar yang terpenting dikuasai oleh pemain first baseman ialah teknik menangkap bola, apakah itu teknik menangkap bola atas, bola datar, ataukah bola bawah.

Dalam permainan softball first baseman merupakan pemain kedua yang sebisa mungkin akan mematikan pemain lawan, pastinya yang pertama ialah pemain yang bertugas sebagai pelambung atau pelempar bola. Ketika pitcher gagal melakukan tugas melempar bola maka first baseman akan berusaha untuk mengagalkan pemain lawan.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Peraturan Untuk Regu Pemukul dan Regu Penjaga Dalam Permainan Rounders

Bagikan:

Rounders merupakan salah satu olahraga bola kecil yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu dengan ukuran tertentu. Di Indonensia, olahraga ini sangat mirip dengan kasti, anda pasti mengetahui olahraga kasti yang sering dimainkan disekolah.

Sama halnya dengan olahraga kasti dan juga softball, pemain dalam olehraga rounders dibedakan menjadi dua regu, yaitu regu pemukul dan regu penjaga. Regu pemukul ialah regu yang mendapatkan giliran untuk memukul. Giliran memukul bola dimulai dari pemukul nomor 1.


Setelah pukulan baik/betul pemukul harus lari ke tempat hinggap (base I) lalu, pemukul harus menyentuh base yang dilaluinya. Kemudian, ganti giliran pemukul nomor 2 untuk memukul bola, dan demikian untuk seterusnya.

Sedangkan regu lapangan atau penjaga harus berusaha secepat mungkin untuk mematikan regu pemukul supaya lekas mengganti sebagai regu pemukul. Beberapa posisi yang ada pada regu penjaga dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

  1. bowler (pelambung);
  2. catcher (penjaga base V) dan seorang pembantu;
  3. baseman (penjaga base);
  4. penangkap bola (penjaga lapangan lainnya).

Sumber pustaka: Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2/Sri Wahyuni, Sutarmin, Pramono; ilustrator, Daru, Tito.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tugas Pemain Penjaga Base 1, Base 2, dan Base 3 Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Dalam permainan softball terdapat dua regu, dimana sebuah regu yang berjaga atau defensif dan tim yang memukul atau ofensif. Tiap tim berlomba mengumpulkan angka atau run dengan cara memutari tiga seri marka atau base pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plate. Posisi pemain dalam permainan softball bermacam-macam sesuai dengan keahliannya.

Baseman softball [image by www.thinglink.com], 

Pada tim pemukul atau ofensif pemain berposisi sebagai pemukul, pastinya pemain yang ditunjuk sebagai pemukul merupakan pemain yang mempunyai keahlian dalam memukul bola, tujuannya untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya. Sedangkan tim defensif mempunyai banyak posisi yang harus ditempati oleh semua pemain.


Dari sembilan pemain yang bertugas sebagai tim berjaga atau defensif, tujuh pemain diantaranya berperan sebagai pemain penjaga, sisanya bertugas sebagai pemain yang melempar atau melambungkan bola dan pemain yang menangkap bola. Dari ketujuh pemain penjaga tersebut, tiga pemain bertugas sebagai penjaga base.

Ketiga pemain yang bertugas sebagai penjaga base ini biasa diistilahkan sebagai penjaga base 1 atau first baseman, penjaga base 2 atau second baseman, dan penjaga base 3 atau third baseman. Ketiga penjaga baseman ini mempunyai tugas yang penting bagi tim. Berikut ini tugas-tugas dari penjaga base dalam permainan softball.

Tugas penjaga base pertama atau first baseman pada permainan softball, yaitu:
  • Menjaga base I dan menangkap bola yang dipukul atau dilempar ke area tersebut.
  • Membuat force out (mati terpaksa) pemain lawan. Caranya dengan menyentuh base pertama atau melempar bola pada pemain lain yang menjaga base I. Cara lain adalah dengan melempar bola pada base II.
  • Menghentikan pemain pada home plate.
  • Membantu menjaga belakang pada base II.
  • Melanjutkan lemparan dari lapangan sisi kanan.
Tugas penjaga base kedua atau second baseman pada permainan softball yaitu:
  • Menjaga daerah kekuasaannya, yaitu di antara base I dan base II.
  • Mengetik pemain yang berlari dari base I ke base II. Mengetik adalah menyentuh pemain lawan dengan bola.
  • Membuat force out (mati terpaksa) dengan cara melempar bola ke arah base I atau base II.
  • Membantu menjaga base I ketika first baseman memungut bola.
  • Membantu menjaga daerah belakang base II jika shortstop menjaga base II.
  • Meneruskan lemparan dari outfield ke infield.
  • Berperan penting dalam permainan ganda yang dimulai oleh shortstop.
Tugas penjaga base ketiga atau third baseman pada permainan softball, yaitu:
  • Menjaga base III yang menjadi daerah kekuasaannya.
  • Membuat force out dengan cara melempar bola ke base I.
  • Membantu menjaga daerah belakang shortstop.
  • Memotong atau meneruskan lemparan bola yang berasal dari outfielder.
  • Menguasai pukulan bunt ke arah base III yang berada di bagian samping infield. Dalam hal ini, maka third baseman mencoba menggiring bola dengan tangan dan melemparnya dengan gerakan yang sama.

Sebenarnya terdapat lagi satu pemain yang bisa dibilang bertugas untuk menjaga base, akan tetapi pemain ini tidak berposisi pada base atau tempat berhentinya pemain melainkan posisinya agak maju kedepan diantara base 2 dan base 3. Pemain ini disebut dengan shortstop, shortstop bertugas untuk menjaga lapangan depan, tepatnya antara base 2 dan base 3.

Itulah penjelasan singkat mengenai tugas-tugas penjaga base pada permainan softball, semoga penjelasan singkat ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai olahraga softball yang masih belum dikenal dan dimainkan di Indonensia.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Pemain yang Berposisi Untuk Menjaga Antara Base 2 dan Base 3 Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Olahraga softball merupakan olahraga yang dimainkan dua tim atau regu, dimana masing-masing regu beranggotakan sembilan orang pemain. Pada saat menjadi tim bertahan atau defensif, kesembilan pemain tersebut akan mengambil posisi sesuai dengan kemampuannya dalam lapangan, ada yang berposisi sebagai pelempar, penangkap bola, dan penjaga.


Khusus untuk pemain penjaga, dari sembilan pemain dalam permainan softball tujuh orang merupakan bertugas sebagai penjaga. Pemain penjaga ini pun dibedakan menjadi tiga macam yaitu pemain penjaga untuk lapangan depan, pemain penjaga untuk base, dan pemain penjaga lapangan luar. Ada satu pemain yang bertugas untuk menjaga daerah antara base 2 dan 3.

Shortstop softball [image by thelantern.com], 

Pemain tersebut disebut dengan Shortstop, shortstop dalam permainan softball berposisi didepan diantara penjaga base 2 dan base 3. Itulah mengapa selain di istilahkan sebagai shortstop pemain penjaga ini juga disebut dengan pemain penjaga lapangan depan. Ada beberapa tugas pemain yang berposisi sebagai shortstop, antara lain:

  1. Menjaga bola hasil pukulan yang berada di area kekuasaannya.
  2. Menempati base II ketika melakukan bunting.
  3. Menjaga base II pada permainan ganda.
  4. Melakukan lemparan panjang kepada first baseman.
  5. Melakukan lemparan bawah tangan terhadap bola di atas tanah.
  6. Memberikan shortflip (melempar pendek sambil memutar badan) kepada first baseman atau second baseman pada permainan ganda.
  7. Membantu penjaga base III ketika terjadi “stealing”. Stealing yaitu ada pelari base yang berusaha ke base depan sewaktu pemukul mengayunkan kayu pemukulnya, sebelum bola lepas dari tangan pitcher.

Untuk menjadi pemain yang berposisi sebagai shortstop atau pemain penjaga daerah antara base 2 dan base 3, shortstop harus menguasai beberapa teknik dasar. Teknik dasar yang perlu dan harus untuk dikuasai oleh shortstop antara lain teknik dasar melempar bola dan teknik dasar memukul bola. Teknik melempar bola dalam permainan softball dapat dilakukan dengan dua teknik, yaitu lemparan atas (overhad throw) dan lemparan bawah (underhand toss).

Sedangkan teknik dasar menangkap bola dalam permainan softball dapat dilakukan dengan tiga teknik, yaitu menangkap bola lurus, menangkap bola atas, dan menangkap bola bawah. Adapun cara untuk menangkap bola adalah:

  1. Berdiri, kaki sedikit dibengkokkan ke bawah, glove dihadapkan kearah depan pelempar.
  2. Gerakan badan ke arah datangnya bola.
  3. Tangkap bola dengan glove dan tarik ke arah badan agar bola tidak memantul keluar.
  4. Tangan yang lain kemudian memegang bola dengan cepat dan siap melemparkan bola sasaran yang lain sesudah bola ditangkap.

Itulah penjelasan singkat mengenai shortstop yaitu pemain yang bertugas untuk menjaga daerah antara base 2 dan base 3 dalam permainan softball, semoga infromasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman mengenai orahraga atau permainan softball.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Perlengkapan yang Harus Digunakan Oleh Catcher Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Catcher softball [image by thesoftballcatcher.weebly.com], 

Softball merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim beranggotakan 9 orang pemain. Permainan ini dimainkan dengan cara setiap pemain pada setiap regu yang mempunyai giliran memukul atau ofensif mengumpulkan angka dengan melewati tiga base hingga menyentuh base akhir yang disebut home plate, dengan terlebih dahulu melakukan pukulan bola.


Terdapat beberapa perlengkapan yang perlu untuk disediakan saat akan meminkan permainan ini, salah satunya ialah lapangan. Lapangan permainan softball berbentuk persegi atau lebih tepatnya berbentuk seperti diamond atau permata, lapangan permainan ini mempunyai ukuran-ukuran tertentu yang pastinya telah ditentukan oleh induk organisasi softball dunia.

Pada lapangan tersebut terdapat bagian-bagian yang harus ada pada setiap lapangan softball, diantaranya tempat untuk pemain singgah atau base, tempat untuk pelempar untuk melempar bola atau disebut dengan pitcher plate, kotak untuk pemain pemukul atau batter box, kotak untuk pemain penangkap atau catcher plate, dan base terakhir atau home plate.

Selain perlengkapan yang berupa lapangan permainan terdapat pula perlengkapan untuk pemain, dan pemain yang paling banyak mempunyai perlengkapan ialah catcher atau pemain penangkap bola. Catcher memerlukan beberapa perlengkapan untuk melindungi tubuhnya dari bola yang dilemparkan atau dilambungkan oleh pemain pitcher.

Seorang pemain yang berposisi sebagai catcher atau penangkap bola menggunakan perlengkapan yang banyak. Perlengkapan yang biasanya digunakan oleh catcher antara lain helm, catcher mask untuk melindungi kepala dan muka, body protector untuk melindungi daerah badan, dan legguard untuk melindungi daerah lutut ke bawah. Tidak lupa juga untuk memakai glove atau sarung tangan agar mudah dalam menangkap bola.

Berikut ini video yang memperlihatkan berbagai perlengkapan yang digunakan seorang catcher dalam permainan softball, serta teknik dasar menangkap bola untuk catcher. Selamat menyaksikan.

Itulah beberapa perlengkapan yang harus digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai catcher dalam permainan softball, semoga informasi ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman mengenai olahraga softball ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Kasti

Bagikan:

Teknik Olahraga Kasti [image by nanpunya.wordpress.com], 

Olahraga kasti bisa dibilang sebagai olahraga masyarakat Indonesia, olahraga ini sering dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pada umumnya olahraga kasti ini mirip dengan olahraga yang sejenis lainnya yaitu baseball, softball, dan rounders, akan tetapi olahraga yang hampir mirip dengan kasti ialah olahraga rounders.


Karena olahraga ini merpakan adaptasi dari olahraga rounders yang diperkenalkan oleh Inggris saat menjajah Indonensia sekitar tahun 1800an maka teknik-teknik dasar bermain pada olahraga kasti sama dengan teknik dasar yang ada pada olahraga rounders. Beberapa teknik dasar yang digunakan pada olahraga kasti diantaranya ialah memukul, melempar, mengoper, menangkap dan berlari.

Pada olahraga kasti salah satu teknik yang harus dikuasai oleh pemain ialah memukul bola, bola harus dipukul sejauh mungkin dari jangkauan lawan atau tim yang menjaga. Setelah memukul bola sejauh-jauhnya, disinilah teknik dasar selanjutnya yang bekerja yaitu lari lah sekencang-kencangnya menuju pos pemberhentian pertama.

Jika ada kesempatan untuk berlari ke pos 2 silahkan lari, tapi jika tidak ada jangan coba-coba sebab jika kita mengenai bola yang dilempar oleh lawan diluar pos maka akan terjadi pergantian posisi tim. Teknik dasar selanjutnya ialah melempar atau melambung, teknik ini perlu sangat dikuasai oleh pemain yang akan melambungkan bola ke pemukul dan pemain yang melempar pemain lawan untuk mematikannya.

Teknik dasar yang berikutnya ialah menangkap dan mengoper, bola yang didapat oleh pemain penjaga setelah di pukul leh pemain pemukul bisa di lempar langsung ke pemain pemukul tadi yang berlari di pos jika memungkinkan, dan jika tidak memungkinkan untuk melempar langsung, pemain dapat mengopernya ke temannya yang posisinya memungkinkan tadi.

Itulah sedikit informasi mengenai teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain olahraga kasti, semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Jika ada diantara teman-teman yang ingin menambahkan tentang informasi diatas maka dipersilahkan untuk menuliskannya pada kotak komentar yang tersedia dibawah ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Bentuk dan Fungsi Pitcher Plate Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pitcher plate [image by www.stack.com], 

Dalam pemain yang bertugas untuk melempar atau melambung bola disebut dengan Pitcher, pitcher merupakan pemain yang bertugas sebagai pelambung atau pelempar bola yang akan dipukul oleh pemain lawan. Posisi seorang pitcher terletak ditengah lapangan dalam atau infield, tepatnya di area khusus pitcher yang diistilahkan dengan Pitcher Plate.


Pitcher plate berbentuk segi panjang atau balog dengan ukuran 60x15 meter, sementara itu wilayah khusus untuk pelempar atau pelambung bola disebut dengan zona strike (strike zone), yaitu di atas home plate dengan ukuran diameter 5.47 m. Pitcher plate ini terbuat dari karet, kayu, atau beton yang ditanam serata dengan tanah.

Adapun fungsi dari pitcher plate itu sendiri ialah sebagai tempat atau posisi awal seorang pitcher dalam melakukan lemparan atau lambungan bola ke arah pemain pemukul lawan.

Adapun cara seorang pitcher dalam melempar atau melambungkan bola ialah:
  • Posisi awal : berdiri diatas pitcher plate dengan sikap melangkah dan kedua kaki lurus tetap kontak dengan tanah, pandangan tertuju kepada pemukul, bola dipegang di depan badan,
  • Gerakan : tangan yang memegang bola (kanan) putar ke atas ke belakang dan mengarah ke depan, pada saat tangan berada di belakang, kaki kiri melangkah ke depan, setelah tangan kanan berada di samping badan lepaskan bola, ketinggian bola kurang lebih di atas lutut setinggi pinggang,
  • Akhir gerakan : kaki kanan di depan, sementara kaki kiri tetap menginjang pitcher plate, berat badan dibawa ke depan, pandangan tertuju ke arah bola, arah bola lurus dan ketinggian bola di atas lutut.

Itulah penjelasan singkat mengenai bentuk dan fungsi pitcher plate, semoga informasi yang kami berikan dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman mengenai olahraga softball. Ikuti terus informasi informasi menarik lainnya tentang softball di blog Softball Tutorial ini.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Teknik Pukulan yang Dilakukan Tanpa Menggunakan Ayunan Lengan Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pukulan bunt [image by wiganurlatifa.blogspot.com], 

Teknik dasar pukulan emrupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain softball, tujuan melakukan pukulan ialah untuk memukul bola sejauh-jauhnya agar susah ditangkap oleh pemain lawan atau pemain penjaga. Akan tetapi ada salah satu cara memukul bola yang dilakukan untuk tujuan mengecoh lawan agar sulit menangkap bola tanpa memukulnya sejauh mungkin.


Cara pukulan tersebut disebut dengan pukulan bunting, pukulan bunting atau bunt adalah Suatu pukulan yang dilakukan dengan menggerakkan pemukul ke arah bola ke depan, atau pukulan yang dilakukan dengan kayu pemukul yang diam (tidak diayunkan) dengan maksud agar bola jatuh dekat home-base.

Pada umumnya dalam softball dikenal dua cara memukul bola yaitu memukul bola dengan cara swing dan memukul bola dengan cara bunt atau bunting. Memukul bola dengan cara bunt atau bunting dilakukan tanpa menggunakan ayunan atau tidak banyak menggunakan banyak tenaga dalam melakukan pukulan.

Sebab pukulan ini hanya menempatkan bola didekat pemukul sehingga pemain penjaga akan kesulitan untuk mendapatkan bola tersebut, sementara pemain penjaga berlari untuk mendapatkan bola, pemukul tadi dengan cepat berlari menuju base atau tempat pemberhentian. Adapun cara melakukan teknik memukul bola dengan cara bunting ini adalah:

1. Sikap persiapan untuk melakukan pukulan bunting

  • Berdiri dengan sikap kaki melangkah.
  • Bberat badan bebrtumpu pada kedua kaki.
  • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
  • Kayu pemukul atau bet dipegang erat dengan kedua tangan diatas belakang bahu.
  • Pandangan ke arah pelempar atau pitcher.

2. Tahap pelaksanaan untuk melakukan pukulan bunting

  • Pada saat pelempar bola atau pitcher melempar bola, langkahkan atau gerakkan salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola atau pitcher.
  • Kedua tangan memegang bet di depan badan.
  • Bola dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.

3. Akhir gerakan untuk melakukan pukulan bunting

  • Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
  • Badan agak condong ke depan.
  • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Untuk lebih jelasnya mengenai cara melakukan pukulan bunt atau pukulan tanpa menggunakan ayunan lengan, silahkan teman-teman menyaksikan videonya dibawah ini.

Demikian penjelasan singkat pertanyaan pukulan yang dilakukan tanpa menggunakan ayunan lengan, dan jawabannya ialah pukulan bunt, atau bunting atau pukulan tumbuk. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan teman-teman mengenai olahraga softball serta dapat bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Materi Penjasorkes Lainnya:

Rahasia Keberhasilan Seorang Batter Dalam Melakukan Pukulan Bunt Dalam Permainan Softball

Bagikan:

Pukulan bunt [image by wiganurlatifa.blogspot.com], 

Teknik pukulan atau memukul bola merupakan teknik yang harus dikuasai oleh pemain softball khususnya saat menjadi tim penyerang, sebab dengan menguasai teknik tersebut akan membuat tim mendapatkan banyak poin saat bola dipukul jauh atau bola yang dipukul sulit untukditangkap oleh tim lawan atau tim penjaga.


Dalam olahraga softball dikenal dua bentuk teknik pukulan, yaitu teknik memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunt). Pukulan tanpa ayunan atau bunt adalah teknik memukul bola tanpa harus mengayunkan pemukul tetapi cukup menahan arah datangnya bola sehingga bola akan jatuh dekat dengan si pemukul.

Melakukan pukulan bunt mempunyai tingkat kesulitanter sendiri, maka dari itu perlu konsentrasi tinggi dan pengamatan terhadap bola merupakan kunci keberhasilan seorang batter dalam melakukan pukulan bunt ini. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan pukulan bunt, hal tersebut antara lain.

  • Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
  • Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang, dengan berat badan di kaki belakang.
  • Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik, kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
  • Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke depan sambil 
  • meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting), dilakukan dengan cara memukul bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
  • Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan sebagai gerak lanjutnya.

Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan pukulan ini maka saatnya kita mencoba untuk melakukan pukulan bunt. Adapun cara melakukan pukulan bunt ini adalah sebagai berikut.

Tahap persiapan
  • Berdiri dengan sikap kaki melangkah
  • Berat badan bertumpu pada kedua kaki.
  • Sikap badan agak condong ke depan, pinggul dan lutut rileks.
  • Kayu pemukul (bet) dipegang erat dengan kedua tangan di atas belakang bahu.
  • Pandangan ke arah pelempar bola (pitcher).
Tahap pelaksanaan
  • Pada saat pelempar bola (pitcher) melemparkan bola, langkahkan (gerakkan) salah satu kaki ke depan ke arah pelempar bola (pitcher).
  • Kedua tangan menggenggam bet depan bada.
  • Bola lalu dipukul dengan cara siku dibengkokkan, sedangkan kedua lengan dimanfaatkan untuk membantu pemukul dalam memantulkan bola.
Akhir gerakan
  • Kedua kaki berdiri terbuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan.
  • Badan agak condong ke depan.
  • Pandangan mengikuti arah gerakan bola.

Materi Penjasorkes Lainnya: