Peraturan Dalam Melakukan Tendangan Penalti (Penalty Kick)



Bagikan:


Gambar tendangan penalti [image by bilemezsin.com], 

Bola harus berada pada tanda atau titik penalti. Pemain yang melakukan tendangan penalti harus diidentifikasi dengan jelas. Kiper yang bertahan harus tetap di garis gawang, menghadap ke penendang, antara tiang gawang sampai bola telah ditendang.


Para pemain selain penendang dan penjaga gawang harus:
  1. setidaknya 9,15 m (10 yds) dari tanda penalti
  2. di belakang tanda penalti
  3. di dalam bidang permainan
  4. di luar area penalti

Setelah para pemain mengambil posisi sesuai dengan peraturan tersebut, wasit akan memberikan sinyal peluit untuk tendangan penalti yang akan diambil.

Sebelum lanjut, baca juga informasi menarik lainnya mengenai Permainan Sepak Bola dibawah ini:

Pemain yang melakukan tendangan penalti harus menendang bola ke depan; backheeling adalah diizinkan asalkan bola bergerak maju. Bola sedang dimainkan saat ditendang dan bergerak dengan jelas. Penendang tidak boleh memainkan bola lagi sampai menyentuh pemain lain.

Tendangan penalti selesai ketika bola berhenti bergerak, keluar dari permainan atau wasit menghentikan permainan karena pelanggaran apa pun. Waktu tambahan diperbolehkan untuk tendangan penalti yang akan diambil dan diselesaikan di akhir setiap babak pertandingan atau perpanjangan waktu.

Ketika waktu tambahan diizinkan, tendangan penalti selesai saat, setelah tendangan dilakukan, bola berhenti bergerak, keluar dari permainan, dimainkan oleh pemain mana pun (termasuk penendang) selain kiper yang bertahan, atau wasit menghentikan permainan karena pelanggaran oleh penendang atau tim penendang.

Jika pemain tim bertahan (termasuk Penjaga gawang) melakukan pelanggaran dan penalti gagal atau diselamatkan, penalti diulang kembali.


Bagikan:


Materi Penjasorkes Lainnya:

0 Response to "Peraturan Dalam Melakukan Tendangan Penalti (Penalty Kick)"

Posting Komentar