Perlengkapan Wasit Dalam Permainan Futsal



Bagikan:


Selain pemain yang bertanding di lapangan, wasit yang memimpin dan mengatur jalannya pertandingan juga perlu untuk mengenakan perlengkapan-perlengkapan untuk menunjang tugasnya dalam memimpin sebuah pertandingan.


Pada umumnya perlengkapan wasit dalam permainan futsal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perlengkapan wajib dan perlengkapan yang tidak wajib atau tidak apa-apa jika tidak digunakan. Adapun Perlengkapan yang Wajib dikenakan oleh Wasit yang memimpin dalam pertandingan futsal adalah sebagai berikut:

  1. menediakan setidaknya satu peluit.
  2. kartu merah dan kuning
  3. buku catatan atau cara lain untuk mencatat kejadian-kejadian yang terjadi selama pertandingan berlangsung;
  4. memakai setidaknya satu jam tangan.

Adapun Perlengkapan Lain Wasit yang tidak wajib atau diperbolehkan untuk tidak digunakan adalah sebagai berikut:

  1. perlengkapan untuk berkomunikasi dengan petugas pertandingan lainnya seperti headset, dan lain lain;
  2. perlengkapan pemantauan kebugaran lainnya.

Selain perlengkapan yang diwajibkan untuk digunakan, diatur pula perlengapan yang tidak boleh digunakan oleh wasit yang memimpin pertandingan Futsal, yaitu Wasit dilarang mengenakan peralatan elektronik lainnya selain headset atau alat komunikasi, termasuk kamera; Wasit dan petugas pertandingan lainnya juga dilarang mengenakan perhiasan.


Bagikan:


Materi Penjasorkes Lainnya:

Penggunaan Video Support (VA) Dalam Pertandingan Futsal



Bagikan:


Jika di Sepak Bola ada VAR atau Video Assistant Referee, maka di Futsal juga ada, yaitu VS atau Video Support. Video Support pertama kali digunakan pada FIFA Futsal World Cup 2021 yang diadakan di negara Lithuania.


Penggunaan dukungan video atau video support hanya diperbolehkan jika penyelenggara pertandingan/kompetisi telah memenuhi semua protokol dan persyaratan implementasi video support yang sebagaimana telah ditetapkan oleh FIFA serta telah menerima izin tertulis dari FIFA.

Wasit menggunakan video support ketika pelatih kepala tim atau, jika pelatih kepala tidak hadir, atau petugas tim lain yang ditunjuk memprotes keputusan wasit terkait tentang sebagai berikut:

  • Gol/bukan gol.
  • Tendangan penalti/bukan tendangan penalty.
  • Kartu merah langsung.
  • Kesalahan identitas.

Selain itu, video support dapat digunakan atas kebijaksanaan wasit ketika terjadi perbedaan pendapat antara kedua wasit mengenai insiden dalam salah satu kategori yang disebutkan di atas.

video support juga dapat digunakan atas kebijaksanaan wasit dalam situasi-situasi berikut:

  • Jika kronometer mengalami kerusakan.
  • Jika kronometer salah dihidupkan/dimatikan oleh pencatat waktu sesuai dengan ketentuan.
  • Untuk memverifikasi apakah gol telah tercipta.
  • Untuk memastikan apakah bola masuk ke gawang sebelum sinyal akustik untuk akhir periode.

Video support melibatkan satu atau lebih tayangan ulang untuk insiden tersebut. Wasit akan meninjau rekaman tayangan ulang secara langsung dan wasit akan membuat keputusan akhir. Keputusan awal tidak akan berubah kecuali rekaman tayangan ulang menunjukkan bahwa telah terjadi "kesalahan yang jelas dan nyata" atau "insiden serius yang terlewatkan".



Bagikan:


Materi Penjasorkes Lainnya:

Sejarah Singkat Olahraga Futsal di Indonesia



Bagikan:


Permainan futsal diciptakan oleh Carlos Ceriani di Montevideo, Uruguay, tahun 1930. Saat itu, bersamaan dengan Piala Dunia di Uruguay. Permainan baru tersebut diberi nama futebol de salao dalam bahasa Portugis atau futbol sala dalam bahasa Spanyol dengan makna yang sama, yaitu sepak bola ruangan. Dari kedua bahasa tersebut muncullah istilah baru, yaitu “Futsal”.


Tahun 2002, olahraga futsal mulai masuk ke Indonesia. Olahraga ini mendapat sambutan, terutama mereka pecinta sepak bola. Kompetisi resmi tingkat Nasional di Indonesia, mulai diadakan pada musim 2006/2007 oleh Badan Futsal Nasional atau BFN. BFN merupakan badan yang dengan sengaja dibentuk oleh PSSI untuk mengelola futsal di Indonesia.

Kejuaraan futsal tersebut dinamakan Indonesia Futsal League. Kejuaraan ini berlangsung selama empat bulan yang dibagi dalam empat seri. Pemenang dalam kejuaraan IFL, akan mewakili Indonesia dalam AFC Futsal Champions League, yaitu kompetisi futsal tertinggi di Asia.

Tahun 2014 Badan Futsal Nasional dibubarkan dan diganti dengan Asosiasi Futsal Indonesia, Organisasi Futsal yang baru ini bertugas untuk mengatur kegiatan tim nasional Futsal dan menjalankan Kompetisi Liga futsal yang dinamakan Liga futsal profesional indonesia.

Untuk prestasi, bisa dibilang Futsal lebih berprestasi dari Sepak Bola, adapun prestasi terbaik dari tim nasional futsal Indonesia diantaranya lolos babak perempat final pada kejuaraan futsal Asia AFC ke 17 tahun 2022 di kuwait, Juara pada kejuaraan Futsal Asia Tenggara AFF pada tahun 2010 dan 2024, dan mendapatkan medali emas pada pesta olahraga asia tenggara sea games tahun 2025 di thailand.


Bagikan:


Materi Penjasorkes Lainnya: