Pelanggaran yang Dihukum Kartu Merah Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Dalam semua pertandingan olahraga, setiap pemain dituntut untuk selalu bermain dengan adil dan tidak curang, begitu juga dalam permainan Futsal. Akan tetapi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan bisa sangat terpaksa jika pemain lawan berpeluang untuk mencetak gol.


Jika melakukan pelanggaran yang sangat berat, pemain akan diberikan kartu merah langsung maupun tidak dan akan diusir keluar dari lapangan. Dalam laws of the game permainan Futsal telah diatur pelanggaran bagaimana yang pantas diberikan kartu merah.

Pemain atau pemain pengganti yang melakukan salah satu pelanggaran berikut ini akan diberikan kartu merah dan akan diusir dari dalam lapangan pertandingan, yaitu:

  1. Menggagalkan gol tim lawan atau peluang mencetak gol yang jelas dengan pelanggaran handball (kecuali kiper di dalam area penalti sendiri) atau dengan sengaja memindahkan atau membalikkan gawang (seperti ketika hal ini mencegah bola melewati garis gawang)
  2. Menggagalkan gol atau peluang mencetak gol yang jelas (dengan syarat gawang tidak dijaga oleh kiper bertahan) kepada lawan yang pergerakannya secara keseluruhan menuju gawang pelaku melalui pelanggaran yang dapat dihukum dengan tendangan bebas (kecuali sebagaimana diuraikan di bawah ini)
  3. Permainan kotor yang serius
  4. Menggigit atau meludahi seseorang
  5. Perilaku kekerasan
  6. Menggunakan bahasa dan/atau tindakan yang menyinggung, menghina, atau kasar
  7. Menerima peringatan kedua dalam pertandingan yang sama. Pemain atau pemain pengganti yang telah diusir harus meninggalkan area lapangan dan area teknis.

Peraturan Perayaan Gol Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Dalam laws of the game permainan Futsal, diatur segala macam hal yang berkaitan dengan pertandingan Futsal, salah satunya ialah peraturan saat pemain merayakan Gol. Sama halnya di Sepak Bola, pada pertandingan Futsal juga diatur tentang Perayaan Gol.


Pemain boleh merayakan gol, tetapi perayaan tersebut tidak boleh berlebihan; perayaan yang terencana tidak dianjurkan dan tidak boleh membuang-buang waktu secara berlebihan.

Meninggalkan lapangan untuk merayakan gol bukanlah pelanggaran yang dapat dikenai peringatan, tetapi pemain harus kembali sesegera mungkin ke lapangan permainan. Seorang pemain harus diberi peringatan, bahkan jika gol tersebut tidak sah atau dianulir, karena hal berikut:

  1. Mendekati penonton dengan cara yang menimbulkan masalah keselamatan dan/atau keamanan;
  2. Bertindak dengan cara yang provokatif, mengejek, atau menghasut;
  3. Menutupi kepala atau wajah dengan masker atau barang serupa lainnya;
  4. Melepas baju atau menutupi kepala dengan baju.

Pelanggaran yang Dihukum Tendangan Bebas Langsung atau Direct free kick Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Sama halnya di pertandingan SepakBola, Futsal juga mengenal adanya tendangan bebas langsung atau Direct free kick dalam pertandingannya. Secara garis besar, kesalahan atau pelanggaran yang menyebabkan sebuah tim dihukum dengan tendangan bebas langsung juga sama antara kedua olahraga ini.


Tendangan bebas langsung atau direct free kick merupakan tendangan yang dilakukan bisa langsung memasukkan bola ke gawang, termasuk tendangan pinalti. Tendangan bebas langsung diberikan jika seorang pemain melakukan salah satu pelanggaran berikut terhadap lawan dengan cara yang dianggap oleh wasit sebagai ceroboh, sembrono, atau menggunakan kekuatan berlebihan:

  1. Menyerang pemain lawan;
  2. Melompat ke arah pemain lawan;
  3. Menendang atau mencoba menendang pemain lawan;
  4. Mendorong pemain lawan;
  5. Memukul atau mencoba memukul (termasuk sundulan kepala) pemain lawan;
  6. Melakukan tekel atau tantangan ke pemain lawan; dan
  7. Menjegal atau mencoba menjegal pemain lawan.

Tendangan bebas langsung juga diberikan jika seorang pemain melakukan salah satu pelanggaran berikut:

  1. Pelanggaran handball yang disengaja dan/atau melibatkan tangan/lengan yang membuat tubuh pemain menjadi lebih besar secara tidak wajar (kecuali untuk penjaga gawang di dalam area penalti mereka)
  2. Menahan lawan
  3. Menghalangi lawan dengan kontak
  4. Menggigit atau meludah ke seseorang dalam daftar tim atau petugas pertandingan
  5. Melempar/menendang benda ke arah bola, lawan, atau petugas pertandingan, melakukan kontak dengan bola dengan benda yang dipegang, atau sengaja menggerakkan gawang sehingga Penjaga gawang melakukan kontak dengan bola.

Semua pelanggaran yang tercantum dalam bagian ini dihitung sebagai pelanggaran kumulatif.

Khusus untuk tujuan menentukan pelanggaran handball, batas atas lengan sejajar dengan bagian bawah ketiak. Karena tidak setiap sentuhan tangan/lengan pemain dengan bola merupakan pelanggaran handball. Berikut ini pelanggaran handball yang bisa dihukum tendangan bebas langsung, yaitu:

  1. Dengan sengaja menyentuh bola dengan tangan/lengannya, misalnya menggerakkan tangan/lengan ke arah bola.
  2. Menyentuh bola dengan tangan/lengannya ketika hal itu membuat tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar. Seorang pemain dianggap telah membuat tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar ketika posisi tangan/lengannya bukan merupakan konsekuensi dari, atau dapat dibenarkan oleh, gerakan tubuh pemain untuk situasi spesifik tersebut. Dengan menempatkan tangan/lengannya dalam posisi seperti itu, pemain mengambil risiko tangan/lengannya terkena bola dan dikenai hukuman.

Penjaga gawang memiliki batasan yang sama dalam menangani bola seperti pemain lain di luar area penalti. Jika penjaga gawang menyentuh bola dengan tangan di dalam area penaltinya padahal tidak diperbolehkan, tendangan bebas tidak langsung akan diberikan tetapi tidak ada sanksi disiplin.

Namun, jika pelanggarannya adalah memainkan bola untuk kedua kalinya (dengan atau tanpa tangan/lengan) setelah bola dikosongkan sebelum menyentuh pemain lain, penjaga gawang harus dikenai sanksi jika pelanggaran tersebut menghentikan serangan yang menjanjikan atau menggagalkan peluang mencetak gol bagi lawan atau tim lawan.

Ketentuan Dalam Penggantian Penjaga Gawang Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa, tidak ada batasan dalam pergantian pemain dalam permainan Futsal, setiap tim bebas melakukan pergantian pemain selama pertandingan berlangsung. Termasuk juga dalam pergantian penjaga gawang, akan tetapi khusus untuk penjaga gawang, terdapat beberapa peraturan dalam proses pergantiannya.


Pemain pengganti mana pun dapat bertukar tempat dengan penjaga gawang tanpa memberi tahu wasit atau menunggu penghentian pertandingan. Akan tetapi sebaiknya pemain yang menggantikan penjaga gawang harus juga berposisi penjaga gawang.

Pemain mana pun didalam permainan dapat bertukar tempat dengan penjaga gawang; namun, pemain ini harus melakukannya selama penghentian pertandingan dan harus memberi tahu wasit sebelum pergantian dilakukan.

Pemain atau pemain pengganti yang menggantikan penjaga gawang harus mengenakan kaus penjaga gawang dengan nomor punggung pemain atau pemain pengganti tersebut. Aturan kompetisi juga dapat menetapkan bahwa pemain yang bertindak sebagai penjaga gawang terbang harus mengenakan warna yang sama persis dengan kaus penjaga gawang utama.

Jumlah Pergantian Pemain dan Pemain Pengganti Dalam Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Dalam permainan Futsal terdapat beberapa peraturan-peraturan yang perlu untuk ditaati oleh setiap tim yang bertanding, salah satunya yaitu peraturan tentang berapa jumlah pergantian pemain disetiap pertandingan dan berapa pemain pengganti yang disediakan oleh setiap tim.


Jumlah pergantian pemain tidak terbatas selama pertandingan berlangsung. Dalam kompetisi resmi maksimal sembilan pemain pengganti, dapat digunakan dalam pertandingan yang dimainkan dalam kompetisi resmi yang diselenggarakan di bawah naungan FIFA, konfederasi, atau asosiasi anggota.

Aturan kompetisi harus menyatakan berapa banyak pemain pengganti yang boleh disebutkan. Pertandingan lainnya Dalam pertandingan tim nasional tidak resmi, maksimal sepuluh pemain pengganti dapat digunakan.

Dalam semua pertandingan lainnya, jumlah pemain pengganti yang lebih banyak dapat disebutkan dan digunakan, dengan ketentuan bahwa tim yang bersangkutan mencapai kesepakatan tentang jumlah maksimum; dan wasit harus diberitahu sebelum pertandingan.

Jika wasit tidak diberitahu, atau jika tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum pertandingan, tidak lebih dari sepuluh pemain pengganti diperbolehkan.

Dalam semua pertandingan, nama-nama pemain dan pemain pengganti harus diberikan kepada wasit sebelum pertandingan dimulai, baik mereka hadir atau tidak. Setiap pemain atau pemain pengganti yang namanya tidak diberikan kepada wasit pada saat ini tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam pertandingan.

Ketentuan Dalam Melakukan Tendangan Sudut Pada Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Futsal saat ini merupakan salah satu olahraga yang banyak dimainkan oleh masyarakat, hal ini disebabkan oleh Futsal lebih mudah dimainkan ketimbang sepak bola. Futsal hanya dimainkan pada lapangan yang kecil dengan pemain yang lebih sedikit dibandingkan dengan sepak bola.

Terdapat beberapa kesamaan Futsal dengan Sepak Bola, salah satunya ialah pada tendangan sudut, walaupun tujuan dari tendangan sudut di Futsal dan di Sepakbola sama, akan tetapi caranya melakukannya sedikit berbeda. Berikut ini cara melakukan tendangan sudut dalam permainan Futsal, serta pelanggaran dan sanksi yang diberikan jika melakukan pelanggaran pada saat tendangan sudut.

Tendangan sudut diberikan ketika seluruh bola melewati garis gawang di lantai atau di udara, setelah terakhir menyentuh pemain tim bertahan, dan tidak tercipta gol. Gol dapat tercipta langsung dari tendangan sudut, tetapi hanya untuk tim lawan; jika bola langsung masuk ke gawang penendang, tendangan sudut diberikan kepada lawan.

Prosedur atau Cara dalam melakukan tendangan sudut, yaitu:

  1. Bola harus ditempatkan di area sudut terdekat dengan titik di mana bola melewati garis gawang.
  2. Bola harus diam dan ditendang oleh pemain tim penyerang.
  3. Bola harus dimasukkan ke dalam permainan dalam waktu empat detik setelah tim siap untuk memasukkan bola ke dalam permainan atau wasit memberi isyarat bahwa tim siap untuk memasukkannya ke dalam permainan.
  4. Bola dianggap dalam permainan ketika ditendang dan jelas bergerak; bola tidak perlu meninggalkan area sudut.
  5. Pada saat bola dimasukkan ke dalam permainan, hanya penendang yang boleh berada di luar lapangan.
  6. Lawan harus tetap berada setidaknya 5 meter dari garis sudut hingga bola dimainkan.

Terdapat beberapa pelanggaran yang akan diberikan sanksi pada saat penendang melakukan tendangan sudut, pelanggaran dan sanksinya yaitu sebagai berikut:

Jika, setelah bola dimainkan, penendang menyentuh bola lagi sebelum menyentuh pemain lain, tendangan bebas tidak langsung diberikan; atau jika penendang melakukan pelanggaran handball, maka kemungkinan akan diberikan sanksi sebagai berikut.

  1. Tendangan bebas langsung diberikan;
  2. Tendangan penalti diberikan jika pelanggaran terjadi di dalam area penalti penendang, kecuali jika penendang adalah penjaga gawang, dalam hal ini tendangan bebas tidak langsung diberikan.

Jika seorang pemain, saat melakukan tendangan sudut dengan benar, dengan sengaja menendang bola ke arah lawan untuk memainkan bola lagi tetapi tidak dengan cara yang ceroboh atau sembrono atau menggunakan kekuatan berlebihan, wasit mengizinkan permainan untuk berlanjut.

Jika rekan satu tim penendang berada di luar lapangan untuk mengecoh lawan atau mengambil posisi yang menguntungkan saat tendangan sudut dilakukan, tendangan gawang diberikan kepada tim lawan dan pemain yang melakukan pelanggaran diberi peringatan.

Untuk pelanggaran lainnya, termasuk jika tendangan sudut tidak dilakukan dalam waktu empat detik atau dari area sudut, atau jika rekan satu tim penendang berada di luar lapangan saat tendangan sudut dilakukan, maka tendangan gawang diberikan kepada tim lawan.

Pelanggaran Dalam Melakukan Tendangan Kedalam atau Kick In dan Sanksinya

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Tendangan kedalam atau Kick in merupakan salah satu istilah yang ada dalam permainan Futsal, tendangan kedalam dilakukan pada saat bola keluar pada sisi kanan atau kiri lapangan permainan, dan untuk memainkan permainan kembali maka dilakukan tendangan kedalam.


Cara untuk melakukan tendangan kedalam pada permainan futsal adalah dengan menempatkan bola pada garis lapangan sambil dipegang oleh tangan, setelah itu ditendang kedalam lapangan. Walaupun mudah, terdapat beberapa pelanggaran yang biasa dilakukan oleh pemain saat melakukan tendangan kedalam dan akan mendapatkan sangsi.

Jika, setelah bola dimainkan, penendang menyentuh bola lagi sebelum bola menyentuh pemain lain, tendangan bebas tidak langsung atau indirect free kick akan diberikan; atau jika penendang melakukan pelanggaran handball maka ada dua kemungkinan sangsi akan diberikan, yaitu:

  1. Tendangan bebas langsung atau direct free kick akan diberikan;
  2. Tendangan penalti diberikan jika pelanggaran terjadi di dalam area penalti penendang, kecuali jika penendang adalah penjaga gawang, dalam hal ini tendangan bebas tidak langsung atau indirect free kick akan diberikan.

Lawan yang secara tidak adil mengganggu atau menghalangi penendang (termasuk bergerak lebih dekat dari 5 meter ke titik di mana tendangan kedalam akan dilakukan) akan diberi peringatan karena perilaku yang tidak sportif dan, jika tendangan kedalam atau kick In telah dilakukan, tendangan bebas tidak langsung atau indirect free kick akan diberikan.

Jika rekan satu tim penendang berada di luar lapangan untuk mengecoh lawan atau mengambil posisi yang menguntungkan saat tendangan kedalam atau kick In dilakukan, maka tendangan kedalam akan diberikan kepada tim lawan dan pemain yang melakukan pelanggaran akan diberi peringatan.

Untuk pelanggaran lainnya, termasuk jika tendangan kedalam atau kick In tidak dilakukan dalam waktu empat detik atau jika rekan satu tim penendang berada di luar lapangan saat tendangan kedalam dilakukan, maka tendangan kedalam akan diberikan kepada tim lawan.

Cara Melakukan Tendangan Kedalam atau Kick-In Pada Permainan Futsal

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Sebelumnya, selamat untuk Tim Nasional Futsal Indonesia karna mencatatkan sejarah pertama kali menjadi Runner Up dalam kompetisi Futsal Asia atau AFC Futsal Asian Cup 2026. Tim nasional Indonesia hanya kalah dalam adu pinalti melawan juara bertahan Iran.


Jika di Sepak Bola kita mendengar istilah lemparan kedalam atau Throw-in untuk memasukkan kembali bola setelah keluar lapangan, maka di Futsal diistilahkan dengan tendangan kedalam atau Kick-In. Tujuannya sama yaitu memasukkan kembali bola ke lapangan permainan, akan tetapi caranya yang berbeda.

Tendangan ke dalam diberikan kepada lawan dari pemain yang terakhir menyentuh bola ketika seluruh bagian bola melewati garis pinggir lapangan di lantai atau di udara, atau ketika bola mengenai langit-langit saat permainan berlangsung.

Terdapat beberapa prosedur atau tata cara dalam melakukan tendangan kedalam atau Kick-In dalam permainan Futsal, diantaranya yaitu:

  1. Bola harus diam di garis pinggir lapangan pada titik di mana bola meninggalkan lapangan atau titik terdekat dengan tempat bola menyentuh langit-langit;
  2. Hanya penendang yang boleh berada di luar lapangan;
  3. Semua lawan harus berdiri setidaknya 5 meter dari titik di garis pinggir lapangan tempat tendangan ke dalam akan dilakukan.

Bola yang dari tendangan kedalam dinyatakan dalam permainan ketika ditendang dan jelas bergerak. Bola harus dimasukkan ke dalam permainan dalam waktu empat detik setelah pemain siap untuk memasukkan bola atau wasit memberi isyarat bahwa pemain siap untuk memasukkan bola.

Jika tendangan kedalam dilakukan dan kemudian, setelah bola berada di dalam permainan, bola keluar lapangan melewati garis samping tanpa menyentuh pemain lain, tendangan kedalam diberikan kepada tim lawan, yang akan dilakukan dari titik di mana bola keluar lapangan.

Jika seorang pemain, saat melakukan tendangan kedalam dengan benar, dengan sengaja menendang bola ke arah lawan untuk memainkan bola lagi tetapi tidak dengan cara yang ceroboh atau sembrono atau menggunakan kekuatan berlebihan, wasit mengizinkan permainan untuk berlanjut.

Penendang tidak boleh menyentuh bola lagi sampai bola tersebut menyentuh pemain lain.

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Softball Pada Tim Bertahan (Penjaga)

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Permainan softball merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim, dua tim tersebut memainkan posisi sebagai tim penyerang atau biasa disebut dengan tim pemukul dan tim bertahan atau biasa disebut juga dengan tim penjaga. Untuk melakukan tugas menyerang maupun bertahan, setiap pemain harus menguasai teknik-teknik dasar terlebih dahulu.


Beda halnya dengan teknik dasar pada tim penyerang atau pemukul, pada teknik dasar pada tim bertahan jumlahnya lebih banyak, ini dikarenakan posisi bertahan atau penjagaan ekstra agar pemain penerang tidak mendapatkan poin. Beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan atau tim penjaga diantaranya adalah teknik dasar memegang bola, teknik dasar melempar bola, dan teknik dasar menangkap bola.

Berikut ini beberapa teknik dasar penting yang harus dikuasai oleh para pemain tim bertahan atau tim penjaga, yaitu :

Teknik Dasar Melempar Bola

Terdapat dua macam lemparan dalam permainan softball, yaitu lemparan pitcher pada tim menyerang dan lemparan antar base pada tim bertahan. Lemparan antar base ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in field) atau penjaga base, dan di lapangan luar (out field). Adapun teknik melempar bola antar-base terdiri atas berikut ini.

  1. Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw).
  2. Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw).
  3. Teknik lemparan bawah (underhand throw).
  4. Teknik lemparan dengan lecutan tangan.

Teknik Dasar Menangkap Bola

Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga. Pemain yang bertugas menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher.

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Softball Dalam Tim Penyerang (Pemukul)

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Dalam permainan softball terdapat dua tim yang bermain, yang pertama adalah tim penyerang atau biasa disebut tim pemuku dan yang kedua adalah tim penjaga atau biasa disebut dengan tim bertahan. Untuk dapat melakukan penyerangan dan penjagaan dengan baik, para pemain harus menguasai teknik-teknik dasarnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim penyerang.


Beberapa teknik dasar yang harus dikuasa oleh tim penyerang atau tim pemukul diantaranya adalah teknik memegang pemukul, teknik memukul, teknik berlari antar base, dan teknik sliding. Untuk lebih jelas lagi mengenai teknik tersebut, berikut ini akan dijelaskan cara melakukan teknik dasar tim pemukul dalam permainan softball.

Teknik Dasar Memegang Pemukul Softball

Sebelum kita memukul bola, teknik dasar pertama yang harus dikuasai adalah teknik memegang pemukul bola softball atai biasa disebut stik. Teknik pegangan stik di sini sangat menentukan berhasil dan tidaknya gerakan memukul bola. Kayu pemukul dipegang dengan erat pada kedua tangan.

Kedua tangan dirapatkan, sendi antara kedua dan ketiga jari-jari tangan yang di atas segaris dengan pertengahan ruas ketiga dan tangan yang ada di bawahnya. Ada 3 macam cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat yaitu:

  1. Pegangan panjang (bawah) yaitu tongkat dipegang dekat bonggol (knob) untuk meningkatkan kekuatan pegangan dan menambah kekuatan pukulan.
  2. Pegangan tengah, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah kirakira 2,5 cm atau 5 cm dari bonggol (knob) untuk memperoleh kekuatan dan akurasi.
  3. Pegangan atas, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah diletakkan kira-kira 7,5 cm atau 10 cm dari bonggol (knob) untuk mengurangi kekuatan dan untuk mendapatkan kontrol.

Teknik Dasar Memukul Bola

Setelah kita menguasai tenik memegang pemukul atau stik, teknik dasar berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah teknik dasar memukul bola. Tujuan memukul dalam permainan softball antara lain melewati atau mencapai base di depannya dengan selamat, mencetak nilai kalau bisa melewati semua base dengan selamat.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak melakukan pukulan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
  2. Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang, dengan berat badan di kaki belakang.
  3. Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik, kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
  4. Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke depan sambil meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting), dilakukan dengan cara memukul bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
  5. Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan sebagai gerak lanjutnya.

Cara memukul dalam permainan softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunting).

Teknik Dasar Berlari ke Base

Setelah memukul bola, selanjutnya pemukul segera berlari menuju base I. Begitu mencapai base I, ia disebut pelari base (baserunner). Pelari base tetap berada di base sampai pitcher melepas bola, dan ia bersiap-siap meninggalkan base dengan satu kaki bertumpu pada base tersebut, agar ia tidak di “tik” oleh lawan. Pergerakan baserunner ini sesuai dengan aba-aba pembantu yang berada di dekat base I dan III.

Teknik Dasar Sliding

Sliding adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Berikut ini tujuan penggunaan teknik sliding adalah Untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut; dan Untuk menghindar dari kejaran lawan sehingga dapat mencapai base dengan selamat. Ada tiga macam teknik sliding.

  1. Teknik sliding lurus (straight leg slide).
  2. Teknik sliding mengait (hook slide).
  3. Teknik sliding dengan kepala lebih dahulu (headfirst slide).

Penjelasan Singkat Cara Bermain Olahraga Softball

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Olahraga softball pertama kali diciptakan oleh George Hancock dari Amerika Serikat pada tahun 1887, dan dimainkan pertama kalinya di negara bagian Chicago pada tahun 1933. Pada tahun 1906 olahraga softball ini mulai dibuatkan peraturan pertandingan oleh Lewis Robert, tetapi kemudian peraturan pertandingan ini diperbaiki lagi oleh Mathew pada tahun 1916.


Olahraga softball mulai dikenal di Asia ketika diadakannya kejuaraan di Manila (Filipina) pada tahun 1968. Di negara Indonesia induk organisasi olahraga baseball ini dikenal dengan PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softball Amateur Seluruh Indonesia). Secara singkat, berikut ini cara-cara bermain olahraga Softball.

  1. Regu yang mendapat giliran memukul bergantian seorang demi seorang mendapatkan kesempatan 3 kali memukul bola dengan ketentuan bila pukulan yang pertama atau kedua baik, pemukul harus segera lari.
  2. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, dengan aturan pemain pemukul pertama tidak boleh dilalui oleh pemukul kedua atau oleh pemain yang ketiga, dan seterusnya.
  4. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam pertandingan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melemparkan bola kepada pemukul.
  5. Pada waktu akan di-tick, pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan.
  6. Strike akan dihitung pada setiap bola yang dipukul baik kena maupun tidak, lemparan yang bagus (di antara bahu dan lutut) tetapi tidak dipukul, dan setiap bola yang dipukul tetapi meleset keluar. Apabila pukulan tersebut terus-menerus meleset maka akan diulang sampai pukulan tadi baik, kecuali bila pukulan yang meleset tadi melambung dan kemudian tertangkap oleh regu penjaga, maka pukulan itu dikatakan mati. Wasit mengatakan strike sedangkan bola yang dilemparkan itu salah, artinya tidak berada di atas home base antara bahu dan lutut si pemukul tetapi bila bola yang salah itu dipukul juga maka dikatakan strike.
  7. Free walk atau lari bebas diberikan bila pitcher melakukan ball atau kesalahan sebanyak empat kali. Pemukul dihalang-halangi oleh regu penjaga pada waktu akan menuju ke base, bila semua base terisi sedangkan pemukul telah 3 kali tidak mengenai pukulannya disebabkan pitcher melemparkan bolanya salah terus atau ball. Bola yang dilemparkan oleh pitcher melambung baik dipukul atau tidak.
  8. Cara mematikan pemain dan pertukaran tempat. Pemain dinyatakan mati bila di-tick sebelum pelari sampai mengenai base, pada waktu melakukan tick, bola tidak boleh lepas dari tangan regu penjaga. Pertukaran tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi bila regu pemukul dinyatakan tiga kali mati.
  9. Cara mendapatkan angka untuk regu pemukul. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapatkan nilai 1. Setiap pelari yang menuju ke base harus berada di base tadi dan tidak boleh lewat. Bila lewat boleh di-tick kecuali lari pada base yang pertama boleh lewat (tetapi tidak berpura-pura dengan maksud agar dapat langsung ke base kedua).

Bila bola yang dipukul melambung dan dapat tertangkap oleh regu penjaga maka si pemukul langsung dinyatakan mati, serta para pelari lainnya harus kembali ke base semula yang ditempatinya tadi dengan cepat agar base-nya tidak dibakar.

Pelari-pelari yang kembali tadi dapat dimatikan. Pemukul/pelari yang telah dinyatakan mati tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan kembali masuk kotak (tempat yang telah disediakan) untuk menunggu gilirannya memukul lagi.

Sumber Pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Faridha Isnaini, Sri Santoso Sabarini; ilustrator, Ady Wahyono.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.