Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Softball Pada Tim Bertahan (Penjaga)

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Permainan softball merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim, dua tim tersebut memainkan posisi sebagai tim penyerang atau biasa disebut dengan tim pemukul dan tim bertahan atau biasa disebut juga dengan tim penjaga. Untuk melakukan tugas menyerang maupun bertahan, setiap pemain harus menguasai teknik-teknik dasar terlebih dahulu.


Beda halnya dengan teknik dasar pada tim penyerang atau pemukul, pada teknik dasar pada tim bertahan jumlahnya lebih banyak, ini dikarenakan posisi bertahan atau penjagaan ekstra agar pemain penerang tidak mendapatkan poin. Beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim bertahan atau tim penjaga diantaranya adalah teknik dasar memegang bola, teknik dasar melempar bola, dan teknik dasar menangkap bola.

Berikut ini beberapa teknik dasar penting yang harus dikuasai oleh para pemain tim bertahan atau tim penjaga, yaitu :

Teknik Dasar Melempar Bola

Terdapat dua macam lemparan dalam permainan softball, yaitu lemparan pitcher pada tim menyerang dan lemparan antar base pada tim bertahan. Lemparan antar base ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in field) atau penjaga base, dan di lapangan luar (out field). Adapun teknik melempar bola antar-base terdiri atas berikut ini.

  1. Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw).
  2. Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw).
  3. Teknik lemparan bawah (underhand throw).
  4. Teknik lemparan dengan lecutan tangan.

Teknik Dasar Menangkap Bola

Teknik menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga. Pemain yang bertugas menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher.

Teknik Dasar yang Harus Dikuasai Oleh Pemain Softball Dalam Tim Penyerang (Pemukul)

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Dalam permainan softball terdapat dua tim yang bermain, yang pertama adalah tim penyerang atau biasa disebut tim pemuku dan yang kedua adalah tim penjaga atau biasa disebut dengan tim bertahan. Untuk dapat melakukan penyerangan dan penjagaan dengan baik, para pemain harus menguasai teknik-teknik dasarnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas teknik dasar yang harus dikuasai oleh tim penyerang.


Beberapa teknik dasar yang harus dikuasa oleh tim penyerang atau tim pemukul diantaranya adalah teknik memegang pemukul, teknik memukul, teknik berlari antar base, dan teknik sliding. Untuk lebih jelas lagi mengenai teknik tersebut, berikut ini akan dijelaskan cara melakukan teknik dasar tim pemukul dalam permainan softball.

Teknik Dasar Memegang Pemukul Softball

Sebelum kita memukul bola, teknik dasar pertama yang harus dikuasai adalah teknik memegang pemukul bola softball atai biasa disebut stik. Teknik pegangan stik di sini sangat menentukan berhasil dan tidaknya gerakan memukul bola. Kayu pemukul dipegang dengan erat pada kedua tangan.

Kedua tangan dirapatkan, sendi antara kedua dan ketiga jari-jari tangan yang di atas segaris dengan pertengahan ruas ketiga dan tangan yang ada di bawahnya. Ada 3 macam cara yang dapat dilakukan untuk memegang tongkat yaitu:

  1. Pegangan panjang (bawah) yaitu tongkat dipegang dekat bonggol (knob) untuk meningkatkan kekuatan pegangan dan menambah kekuatan pukulan.
  2. Pegangan tengah, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah kirakira 2,5 cm atau 5 cm dari bonggol (knob) untuk memperoleh kekuatan dan akurasi.
  3. Pegangan atas, yaitu tongkat dipegang di posisi tangan bawah diletakkan kira-kira 7,5 cm atau 10 cm dari bonggol (knob) untuk mengurangi kekuatan dan untuk mendapatkan kontrol.

Teknik Dasar Memukul Bola

Setelah kita menguasai tenik memegang pemukul atau stik, teknik dasar berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah teknik dasar memukul bola. Tujuan memukul dalam permainan softball antara lain melewati atau mencapai base di depannya dengan selamat, mencetak nilai kalau bisa melewati semua base dengan selamat.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak melakukan pukulan. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
  2. Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang, dengan berat badan di kaki belakang.
  3. Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik, kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
  4. Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke depan sambil meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting), dilakukan dengan cara memukul bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
  5. Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan sebagai gerak lanjutnya.

Cara memukul dalam permainan softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunting).

Teknik Dasar Berlari ke Base

Setelah memukul bola, selanjutnya pemukul segera berlari menuju base I. Begitu mencapai base I, ia disebut pelari base (baserunner). Pelari base tetap berada di base sampai pitcher melepas bola, dan ia bersiap-siap meninggalkan base dengan satu kaki bertumpu pada base tersebut, agar ia tidak di “tik” oleh lawan. Pergerakan baserunner ini sesuai dengan aba-aba pembantu yang berada di dekat base I dan III.

Teknik Dasar Sliding

Sliding adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan menyentuhkan anggota badan ke base. Berikut ini tujuan penggunaan teknik sliding adalah Untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut; dan Untuk menghindar dari kejaran lawan sehingga dapat mencapai base dengan selamat. Ada tiga macam teknik sliding.

  1. Teknik sliding lurus (straight leg slide).
  2. Teknik sliding mengait (hook slide).
  3. Teknik sliding dengan kepala lebih dahulu (headfirst slide).

Penjelasan Singkat Cara Bermain Olahraga Softball

Bagikan:

Materi Penjasorkes Lainnya:

Olahraga softball pertama kali diciptakan oleh George Hancock dari Amerika Serikat pada tahun 1887, dan dimainkan pertama kalinya di negara bagian Chicago pada tahun 1933. Pada tahun 1906 olahraga softball ini mulai dibuatkan peraturan pertandingan oleh Lewis Robert, tetapi kemudian peraturan pertandingan ini diperbaiki lagi oleh Mathew pada tahun 1916.


Olahraga softball mulai dikenal di Asia ketika diadakannya kejuaraan di Manila (Filipina) pada tahun 1968. Di negara Indonesia induk organisasi olahraga baseball ini dikenal dengan PERBASASI (Persatuan Baseball dan Softball Amateur Seluruh Indonesia). Secara singkat, berikut ini cara-cara bermain olahraga Softball.

  1. Regu yang mendapat giliran memukul bergantian seorang demi seorang mendapatkan kesempatan 3 kali memukul bola dengan ketentuan bila pukulan yang pertama atau kedua baik, pemukul harus segera lari.
  2. Urutan pemukul ditentukan oleh nomor urut yang telah ditentukan sebelumnya.
  3. Tiap-tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain pemukul, dengan aturan pemain pemukul pertama tidak boleh dilalui oleh pemukul kedua atau oleh pemain yang ketiga, dan seterusnya.
  4. Pemain bebas mengadakan gerakan selama bola dalam pertandingan, kecuali bila pitcher sudah siap untuk melemparkan bola kepada pemukul.
  5. Pada waktu akan di-tick, pelari tidak boleh menghindar dengan berlari keluar atau ke dalam dari batas yang telah ditentukan.
  6. Strike akan dihitung pada setiap bola yang dipukul baik kena maupun tidak, lemparan yang bagus (di antara bahu dan lutut) tetapi tidak dipukul, dan setiap bola yang dipukul tetapi meleset keluar. Apabila pukulan tersebut terus-menerus meleset maka akan diulang sampai pukulan tadi baik, kecuali bila pukulan yang meleset tadi melambung dan kemudian tertangkap oleh regu penjaga, maka pukulan itu dikatakan mati. Wasit mengatakan strike sedangkan bola yang dilemparkan itu salah, artinya tidak berada di atas home base antara bahu dan lutut si pemukul tetapi bila bola yang salah itu dipukul juga maka dikatakan strike.
  7. Free walk atau lari bebas diberikan bila pitcher melakukan ball atau kesalahan sebanyak empat kali. Pemukul dihalang-halangi oleh regu penjaga pada waktu akan menuju ke base, bila semua base terisi sedangkan pemukul telah 3 kali tidak mengenai pukulannya disebabkan pitcher melemparkan bolanya salah terus atau ball. Bola yang dilemparkan oleh pitcher melambung baik dipukul atau tidak.
  8. Cara mematikan pemain dan pertukaran tempat. Pemain dinyatakan mati bila di-tick sebelum pelari sampai mengenai base, pada waktu melakukan tick, bola tidak boleh lepas dari tangan regu penjaga. Pertukaran tempat antara regu pemukul dan regu penjaga terjadi bila regu pemukul dinyatakan tiga kali mati.
  9. Cara mendapatkan angka untuk regu pemukul. Setiap pelari dengan pukulan yang baik dan dapat kembali dengan selamat melampaui home base mendapatkan nilai 1. Setiap pelari yang menuju ke base harus berada di base tadi dan tidak boleh lewat. Bila lewat boleh di-tick kecuali lari pada base yang pertama boleh lewat (tetapi tidak berpura-pura dengan maksud agar dapat langsung ke base kedua).

Bila bola yang dipukul melambung dan dapat tertangkap oleh regu penjaga maka si pemukul langsung dinyatakan mati, serta para pelari lainnya harus kembali ke base semula yang ditempatinya tadi dengan cepat agar base-nya tidak dibakar.

Pelari-pelari yang kembali tadi dapat dimatikan. Pemukul/pelari yang telah dinyatakan mati tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan kembali masuk kotak (tempat yang telah disediakan) untuk menunggu gilirannya memukul lagi.

Sumber Pustaka : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan/Faridha Isnaini, Sri Santoso Sabarini; ilustrator, Ady Wahyono.—Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.